6 Tips Investasi Warren Buffett, Sudah Dipraktekkan Lebih Dari Satu Dekade Terbukti Raup Cuan
- Freepik
Ilustrasi strategi bisnis
- Tokopedia
3. Berinvestasi Pada Bisnis yang Dipahami
"“Jangan pernah berinvestasi dalam bisnis yang Anda tidak dapat memahaminya.” -Warren Buffett.
Buffet merekomendasikan para investor untuk selalu dalam zona aman kompetensinya ketika melakukan investasi. Fokuslah pada perusahaan dengan model bisnis sederhana dan bergerak di industri yang sama dengan latar belakang kamu. Misalnya kamu menekuni dan memiliki pengetahuan tentang bidang pertambangan dan perminyakan maka sebaiknya kamu menanamkan modal kamu pada emiten yang linear.
Dengan memiliki pengetahuan yang komprehensif (keunggulan, operasional, persaingan, prospek perusahaan) membuat Buffet semakin mudah membuat keputusan secara cermat dan lebih percaya diri. Meskipun sudah veteran di dunia investasi, Buffet menghindari bisnis atau industri rumit yang belum sepenuhnya dipahami. Ia sadar berinvestasi di luar keahlian meningkatkan risiko membuat kesalahan yang merugikan.
Ilustrasi pinjaman online.
4. Berinvestasi untuk Jangka Panjang
“Jika Anda tidak ingin memiliki saham selama sepuluh tahun, jangan pernah berpikir untuk memilikinya selama 10 menit.” – Warren Buffett.
Inti tips investasi Warren Buffett adalah mempertahankan nilai investasi pada perusahaan-perusahaan undervalued dengan fundamental yang kuat dan dipertahankan dalam jangka panjang. Buffett percaya pada kekuatan keuntungan yang terus naik dari waktu ke waktu. Ia sangat menghindari "godaan" dalam transaksi saham jangka pendek.
Bahkan Buffett menyampaikan durasi ideal mempertahankan kepemilikan salam adalah selamanya. Hal itu lantaran Buffett berinvestasi pada emiten dengan keunggulan kompetitif dan potensi pertumbuhan berkelanjutan. Saat membeli saham setidaknya Buffett menunggu income selama sepuluh tahun ke depan.
Ilustrasi investasi
- www.pixabay.com/nattanan23
5. Pertahankan Margin Keamanan
“Tiga kata terpenting dalam berinvestasi adalah margin of safety.” – Warren Buffett .
Buffett menekankan pentingnya menjaga margin keamanan saat berinvestasi. Buffett memaknai margin keamanan adalah rasio risiko dan imbalan pada harga pembelian suatu saham. Risiko terbesarnya adalah penurunan nilai fundamental perusahaan. Sementara keuntungan atau imbalan merupakan kelipatan harga saham berdasarkan potensi pertumbuhan perusahaan dan arus kas.
Konsep itu mengharuskan pembelian saham perusahaan saat harga koreksi signifikan terhadap nilai intrinsiknya. Tujuannya memberikan perlindungan terhadap potensi kesalahan dalam analisis atau kejadian tak terduga.
