Kinerja Penjualan Eceran Juni 2024 Naik, Didorong Konsumsi Rumah Tangga hingga Tembakau

Pasar Tanah Abang (ilustrasi penjualan eceran).
Sumber :
  • VoxPop/M Ali Wafa

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, kinerja penjualan eceran pada Juni 2024 meningkat. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Juni 2024 yang mencapai 232,8 atau secara tahunan tumbuh 4,4 persen secara year on year (yoy). 

img_title BI Sebut Sinergi Bank Sentral dan Pemerintah Bikin Inflasi Juli 2026 Terjaga

Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono mengatakan, meningkatnya penjualan eceran didorong oleh kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya, subkelompok sandang, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau

"Kinerja penjualan eceran pada Juni 2024 diprakirakan meningkat. Hal ini tercermin dari IPR Juni 2024 yang mencapai 232,8 atau secara tahunan tumbuh 4,4 persen yoy," kata Erwin dalam keterangan tertulis, Selasa, 9 Juli 2024.

img_title Dampak Positif BI Rate Naik, Destry: Modal Asing US$9 Miliar Masuk RI di Kuartal II-2026

Ilustrasi usia merokok minimal 18 tahun ke atas.

Photo :

Erwin menjelaskan, secara bulanan penjualan eceran diprakirakan tumbuh 2,1 persen secara month to month (mtm), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya yang mengalami kontraksi. 

img_title Namanya Kerap Masuk ke Bursa Calon Gubernur BI, Purbaya Ngaku Sudah Bersyukur Jadi Menkeu

"Peningkatan tersebut didorong oleh subkelompok sandang, kelompok barang budaya dan rekreasi, serta makanan, minuman, dan tembakau, sejalan dengan peningkatan aktivitas saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha dan periode libur sekolah," jelasnya. 

Adapun pada Mei 2024, IPR tercatat sebesar 228,1 atau secara tahunan tumbuh 2,1 persen yoy, meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Peningkatan didorong oleh subkelompok sandang, kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta suku cadang dan aksesori. 

Secara bulanan, penjualan eceran diprakirakan mengalami kontraksi sebesar 3,5 persen mtm, sejalan dengan normalisasi aktivitas masyarakat pasca-HBKN Idul Fitri. Kontraksi ini lebih dalam tertahan oleh beberapa kelompok yang masih tumbuh positif, yaitu kelompok suku cadang dan aksesori serta bahan bakar kendaraan bermotor.

Dari sisi harga, tekanan inflasi 3 bulan yang akan datang pada Agustus 2024 diprakirakan menurun, sementara inflasi 6 bulan yang akan datang pada November 2024 diprakirakan meningkat. Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Agustus 2024 yang tercatat sebesar 136,4, lebih rendah dari IEH pada periode sebelumnya yang mencapai 142,5. 

"Penurunan IEH Agustus 2024 tersebut didorong oleh strategi potongan harga pada event Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI). Sementara itu, IEH November 2024 tercatat sebesar 144,8, lebih tinggi dari IEH periode sebelumnya sebesar 142,0," imbuhnya.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Singgung Masalah Pengawasan, Begini Respons Purbaya soal Isu BI Bakal Masuk Kabinet

Purbaya merespons kabar yang marak di media sosial, perihal Bank Indonesia (BI) yang disebut-sebut akan berada di bawah kementerian dan masuk jadi bagian dari kabinet.

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut