Ekonomi RI Dipatok 5,2 Persen di 2025, Sri Mulyani Sarankan Prabowo Tetap Pacu Hilirisasi

Jajaran Menteri Kabinet Presiden Jokowi dalam konferensi pers RAPBN 2025, di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2024
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Mohammad Yudha Prasetya

Jakarta, VoxPop – Menteri Keuangan, Sri Mulyani berharap pemerintahan Prabowo tetap akan memacu program hilirisasi komoditas mineral guna mendongkrak ekspor RI secara nasional. Hal ini untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional hingga 5,2 persen dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025.

img_title Tercatat Melambat, Ekonomi Indonesia Kuartal II-2026 Hanya Tumbuh 5,29 Persen

Target tersebut diketahui naik dari level 5,1 persen sebagaimana diperkirakan dalam outlook pertumbuhan ekonomi hingga akhir 2024 mendatang.

"Sehingga ekspor harus didukung melalui hilirisasi, untuk memposisikan Indonesia dalam tren dunia dan dalam rantai nilai strategis global. Meskipun memang harus diakui bahwa masih banyak pekerjaan rumah dalam program hilirisasi Indonesia," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers RAPBN 2025, di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2024.

img_title Airlangga Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2-5,4 Persen di Kuartal II 2026, Bantah Ada Perlambatan

Momen Presiden Jokowi dengan Prabowo Jalan Bereng Usai Sidang Tahunan MPR DPR

Photo :
  • AP Photo/Tatan Syuflana

Upaya meningkatkan ekspor di luar program hilirisasi itu, menurutnya juga bisa dilakukan melalui diversifikasi produk dan pasar ekspor. Sri Mulyani juga menyatakan bahwa target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen dalam RAPBN 2025 itu, antara lain bisa diraih melalui konsumsi rumah tangga yang ditargetkan tumbuh 5 persen atau sekitar 53 persen terhadap PDB.

img_title Masuk Bulan Agustus, Polri Pastikan Tak Ada Gangguan Kamtibmas di Pusat Ekonomi Nasional

Kemudian konsumsi pemerintah dicanangkan tumbuh 5 persen atau 7,4 persen dari PDB, investasi tumbuh 5,5 persen atau 29,3 persen dari PDB, ekspor tumbuh 5,4 persen atau 21,4 persen dari PDB, dan impor tumbuh 4,6 persen atau 18,9 persen dari PDB.

Sri Mulyani menegaskan bahwa dari sisi konsumsi rumah tangga, pemerintah berupaya untuk menjaga daya beli masyarakat, inflasi terkendali, dan meningkatkan serapan tenaga kerja. Lalu dari sisi belanja pemerintah, antara lain dilakukan melalui belanja pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan yang berkualitas, belanja birokrasi yang efisien dan efektif, serta Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dari sisi peningkatan investasi, dilakukan melalui infrastruktur pangan, energi, konektivitas dan digital, sektor bernilai tambah tinggi melalui hilirisasi sumber daya alam dan digitalisasi. Lalu peningkatan iklim investasi, dan insentif fiskal terukur.

"Untuk transformasi ekonomi antara lain melalui peningkatan daya saing dan produktivitas, ketahanan energi, industri hijau dan rendah emisi, industri ketahanan pangan, dan pengembangan industri elektronik dan digital," ujarnya.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud

Tumbuh 5,29 Persen, BPS Ungkap Faktor Penopang Utama Ekonomi RI di Kuartal II-2026

BPS mencatat bahwa pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kuartal II-2026, tercatat tumbuh sebesar 2,67 persen dengan distribusi yang mencapai sebesar 53,32 persen.

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut