BI dan Bank Sentral Jepang Sepakat Perpanjang Kerja Sama Pertukaran Mata Uang

Gedung Bank Indonesia.
Sumber :
  • VoxPop/Andry Daud

Jakarta, VoxPop – Bank Indonesia dan Bank Sentral Jepang (Bank of Japan) menyepakati perpanjangan perjanjian kerja sama Bilateral Swap Arrangement (BSA). Melalui kerja sama ini kedua negara akan melakukan penukaran mata uang rupiah dengan dolar AS atau Yen Jepang.

img_title Dampak Positif BI Rate Naik, Destry: Modal Asing US$9 Miliar Masuk RI di Kuartal II-2026

Perjanjian yang ditandatangani oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dan Gubernur Bank Sentral Jepang Kazuo Ueda tersebut berlaku efektif mulai tanggal 14 Oktober 2024 hingga 13 Oktober 2027. 

"Pembaruan kerja sama ini memungkinkan Indonesia untuk melakukan penukaran mata uang rupiah dengan dolar AS atau Yen Jepang sampai dengan US$22,76 miliar atau nilai yang setara dalam Yen Jepang," ujar Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya Selasa, 15 Oktober 2024.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 18.008, Pasar Cermati Indikator Ekonomi dari Inflasi hingga Neraca Dagang

Kepala Grup Departemen Pengelolaan Moneter & Aset Sekuritas (DPMA) BI, Ramdan Denny Prakoso

Photo :
  • VoxPop.co.id/Fikri Halim

Denny mengatakan, Indonesia dan Jepang memandang perpanjangan BSA dimaksud dapat mempererat kerja sama keuangan kedua negara dalam menyediakan jaring pengaman keuangan yang diharapkan dapat berkontribusi pada stabilitas keuangan di tingkat regional dan global. 

img_title Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Dahsyat di Jepang Bertambah Jadi 38 Orang

Perpanjangan kerja sama ini sekaligus merepresentasikan peran penting kerja sama internasional sebagai bagian dari bauran kebijakan Bank Indonesia.

"Yang diharapkan dapat berkontribusi terhadap ketahanan eksternal perekonomian Republik Indonesia," imbuhnya.

Adapun perjanjian kerja sama BSA Indonesia-Jepang pertama kali ditandatangani pada 17 Februari 2003 dan telah beberapa kali diperpanjang, terakhir pada 14 Oktober 2021 dengan masa berlaku 3 tahun.

Mata uang Rupiah.

Rupiah Balik Melemah ke Rp 18.013 usai Rilis soal Ekspansi PMI Manufaktur dan Deflasi Juli 2026

Hingga pukul 09.00 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 18.013 per dolar AS. Posisi itu melemah 16 poin atau 0,09 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.997 per dolar AS

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut