Banting Harga! Inilah Hunian Berhantu di Jakarta yang Tak Laku Meski Dijual Murah
- freerangestock.com
Kasus serupa juga dialami oleh sebuah rumah di Jakarta Timur yang dijual dengan harga jauh di bawah pasar. Hunian mewah ini dulunya dihuni keluarga yang terlibat dalam tragedi pembunuhan. Sejak saat itu, rumah tersebut tak kunjung laku, meski harganya sudah dipatok di bawah rata-rata kawasan tersebut. Dengan harga sekitar Rp15 miliar (lebih murah dari rata-rata Rp17-18 miliar di area tersebut), rumah ini tetap tak berhasil menarik minat pembeli.
Kombinasi Harga Murah dan Reputasi Horor: Mengapa Masyarakat Masih Ragu?
1. Stigma Sosial yang Mengakar
Di Indonesia, stigma terhadap hunian yang memiliki latar belakang seram sangat sulit hilang. Meskipun harga jual atau sewa sudah dipotong, kisah mistis yang beredar di lingkungan sekitar masih bisa memengaruhi calon pembeli atau penyewa. Banyak masyarakat masih percaya bahwa energi negatif atau arwah bisa menghuni tempat tersebut, membuatnya dianggap kurang layak untuk dihuni.
2. Pengaruh Tetangga dan Lingkungan Sekitar
Selain cerita yang berasal dari pemilik atau broker, banyak calon penyewa atau pembeli yang mendapatkan informasi dari tetangga atau penjaga keamanan di sekitar properti. Di kasus apartemen Kalibata City, calon penyewa mundur setelah mendengar cerita dari penghuni lain, meski harga sudah sangat terjangkau .
3. Akan Pengalaman Supranatural
Tidak sedikit orang yang ragu untuk tinggal di tempat dengan kisah horor karena takut akan kemungkinan pengalaman supranatural. Walaupun belum tentu terjadi, banyak calon penghuni yang tidak ingin mengambil risiko tersebut dan lebih memilih mencari properti yang bebas dari kisah seram.
Dampak Langsung Kisah Seram Terhadap Nilai Properti
1. Penurunan Nilai Jual dan Sewa
Kisah mistis atau reputasi horor sebuah hunian memiliki dampak signifikan terhadap nilai jual dan sewa. Berdasarkan pengalaman para broker, properti dengan kisah menyeramkan atau pernah menjadi tempat kejadian tragis kerap mengalami penurunan nilai jual yang drastis. Misalnya, di Jakarta, beberapa unit apartemen dan rumah bekas kasus kriminal atau bunuh diri sulit terjual bahkan setelah harganya diturunkan. Alasannya jelas: kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap hal-hal mistis sangat kuat. Dampak ini terlihat dari berkurangnya minat pembeli atau penyewa karena mereka khawatir tentang potensi pengalaman supranatural. Akibatnya, pemilik properti harus menurunkan harga sewa atau jual secara drastis, kadang hingga 30-40% di bawah harga pasar.
