AHY Lantik Jajaran Pejabat Kemenko Infra, Ada Mantan Anak Buah Luhut hingga Motivator
- VoxPop.co.id/Rahmat Fatahillah Ilham
Jakarta, VoxPop – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (Menko AHY), melantik sejumlah pejabat di lingkungan Kemenko Infra.
Sebanyak lima Pejabat Pimpinan Tinggi Madya setingkat Eselon 1A dan 1B, serta dua Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama resmi dilantik. Sementara itu, Menko AHY juga mengukuhkan lima Staf Khusus Menteri serta tujuh Tenaga Ahli Menteri yang selama ini sudah bertugas di Kemenko sejak Oktober 2024.
Dari sederet pejabat yang dilantik, ada sejumlah nama sudah akrab dikenal publik. Antara lain, Muhammad Rachmat Kaimuddin, yang diketahui mantan anak buah Luhut Binsar Pandjaitan saat menjabat sebagai menko maritim dan investasi. Rahmat juga diketahui merupakan mantan bos Bukalapak.
Selain itu ada pula influencer dan motivator yang dikenal dengan bukunya Mimpi Sejuta Dolar, Merry Riana. Berita terkait Merry menjadi anak buah AHY pun telah disampaikan sejak November 2024.
Motivator Merry Riana
Dalam sambutannya, Menko AHY menegaskan, sesuai Perpres 139/2024, Kemenko Infra bertanggung jawab dalam mengoordinasikan lima kementerian teknis, yaitu Kementerian ATR/BPN, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kementerian Perhubungan, serta Kementerian Transmigrasi.
"Para pejabat yang dilantik hari ini akan menjadi garda terdepan dalam mengoordinasikan, mengawasi, serta mengevaluasi jalannya keseluruhan pembangunan infrastruktur dan wilayah di seluruh Indonesia," ujar AHY dikutip dari keterangannya, Rabu, 18 Februari 2025.
Ia juga mengajak para pejabat Kemenko Infra yang baru dilantik untuk bekerja sama dan mendedikasikan diri dalam mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo. Salah satu target utamanya adalah pembangunan infrastruktur dan konektivitas yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.
Hal ini dicapai melalui swasembada pangan, swasembada energi, penyediaan air, serta pemenuhan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dan komitmen net zero emission.
"Agenda pembangunan infrastruktur ke depan harus mampu menyeimbangkan aspek capacity, utilization, and sustainability," ungkapnya.
Menurut Menko AHY, keberhasilan program ini membutuhkan birokrasi yang profesional, produktif, dan kredibel. Selain itu, dibutuhkan kemampuan manajerial yang andal, kreativitas, serta kolaborasi erat antara kementerian, pemerintah daerah, dan sektor swasta.
