Dua Ancaman Besar El Nino Mengintai, AHY Ungkap Persiapan Pemerintah

Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Stasiun Bekasi Timur
Sumber :
  • Yeni Lestari/VoxPop

Jakarta, VoxPop – Pemerintah mulai mematangkan langkah antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino yang diperkirakan beririsan dengan musim kemarau.

img_title Presiden Prabowo Guyon Soal Satgas MBG Kadin hingga James Riady, Suasana Pertemuan di Istana Pecah Disambut Tawa

Dua ancaman utama menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto, yakni risiko krisis air dan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, dirinya diundang mengikuti rapat terbatas di Istana Kepresidenan untuk membahas strategi menghadapi dampak El Nino yang diperkirakan semakin kuat.

img_title Anindya Bakrie di Depan Prabowo: Tantangan Global Sudah Jadi 'New Normal', RI Harus Kompak

“Iya saya mendapatkan undangan untuk mengikuti rapat terbatas yang saya tahu tentang mengantisipasi cuaca ekstrim, khususnya El Nino yang berhimpitan dengan masa kemarau,” kata AHY di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa 28 J

Menurut AHY, pemerintah memfokuskan perhatian pada dua persoalan yang dinilai paling krusial. Pertama, memastikan ketersediaan air tetap terjaga di tengah ancaman kemarau panjang.

img_title Unik, Relawan Program Makan Bergizi Gratis Beri Nama Anaknya MBG, Ini Kisah Haru di Baliknya

Ia menegaskan, pengelolaan sumber daya air harus dilakukan secara efisien agar pasokan air bersih bagi masyarakat tetap terpenuhi, sekaligus menjamin kebutuhan irigasi untuk menjaga produktivitas sektor pertanian.

“Jadi tentu kita harus mengantisipasi paling tidak dua isu utama. Yang pertama adalah kekurangan air, kekeringan, ketika terjadi El Nino apalagi dengan status yang kuat misalnya, maka kita harus memastikan air kita cukup,” jelas dia.

“Sumber daya air yang harus dikelola dengan efisien untuk memastikan suplai air bersih untuk rumah tangga, termasuk tentunya irigasi untuk mengairi sawah-sawah dan meningkatkan atau menjaga produktivitas pertanian kita juga dapat dijamin dengan baik,” lanjutnya.

Selain mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air, pemerintah juga membuka peluang melakukan operasi modifikasi cuaca apabila kondisi di lapangan mengharuskannya. Langkah tersebut akan dikoordinasikan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menjaga ketersediaan air di waduk maupun danau.

“Kemudian tentunya selain itu kita harus mengantisipasi jika memang sangat diperlukan, tentu kita berkoordinasi dengan BMKG misalnya untuk melakukan operasi modifikasi cuaca untuk memastikan waduk-waduk kita debit airnya tetap dalam kondisi yang aman, termasuk danau,” tutur AHY.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut