Rupiah Dibuka Melemah ke Level Rp 16.365 per Dolar AS

Uang dolar AS dan rupiah.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom.

Jakarta, VoxPop – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot melemah pada perdagangan Kamis, 20 Februari 2025. Rupiah tercatat melemah sebesar 40 poin atau 0,25 persen ke posisi Rp 16.365 per dolar AS.

img_title PGS BI Destry Beberkan Strategi Hadapi Era Suku Bunga Tinggi di Dunia

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) terakhir atau kemarin sore, mematok rupiah di angka Rp 16.357 per dolar AS. 

Pengamat Pasar Uang, Ariston Tjendra memperkirakan nilai tukar rupiah akan melemah terhadap dolar AS pada hari ini. Hal ini seiring dengan rilis notulen rapat kebijakan the Fed bulan Januari.

img_title Ekonom Sebut Serangan AS ke Iran Masih Jadi Sentimen Bagi Harga Minyak & Pergerakan Rupiah

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar AS

Photo :
  • VoxPop.co.id/M Ali Wafa

“Memperlihatkan keinginan bank sentral untuk menahan suku bunga acuan lebih lama lagi sambil menunggu data terbaru seperti inflasi, tenaga kerja dan dampak kebijakan tarif Trump. Pejabat the Fed mengisyaratkan kesulitannya untuk menurunkan inflasi ke target 2 persen,” ujar Ariston kepada VoxPop Kamis, 20 Februari 2025.

img_title Destry Pastikan BI Tak Kendor Jaga Stabilitas, Ini yang Jadi Prioritas

Selain itu, Ariston mengatakan bahwa kebijakan tarif Trump juga masih memberikan sentimen negatif ke pasar pagi ini. Sebab indeks saham Asia terlihat bergerak negatif pada pagi ini.

Ilustrasi uang rupiah

Photo :
  • ANTARA

Sedangkan dari dalam negri, Ariston menuturkan pasar mulai berspekulasi adanya pemangkasan suku bunga acuan BI, karena inflasi yang rendah dan pengurangan anggaran belanja negara yang menurunkan bisnis lokal. 

“Ini bisa memberikan tekanan ke rupiah,” jelasnya.

Adapun untuk hari ini nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berpotensi melemah ke arah Rp 16.380. Sedangkan potensi support di sekitar Rp 16.290.

Ilustrasi rupiah dan dolar

Rupiah Berpotensi Sentuh Rp18.300 per Dolar AS Pekan Depan, Pengamat Ungkap Penyebabnya

mulai dari PMI manufaktur, cadangan devisa, hingga Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), yang dinilai berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap rupiah

img_title
VoxPop.co.id
2 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut