BPS: Deflasi RI Februari 2025 Bukan karena Daya Beli Masyarakat Turun

Kepala Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Anisa Aulia

Jakarta, VoxPop – Indonesia mengalami deflasi pada Februari 2025, yang disebabkan oleh diskon tarif listrik yang diberikan pemerintah. Deflasi RI tercatat sebesar 0,48 persen secara month to month (mtm), dan 0,09 persen secara tahunan (year on year/yoy).

img_title Tumbuh 5,29 Persen, BPS Ungkap Faktor Penopang Utama Ekonomi RI di Kuartal II-2026

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar membantah, deflasi pada Februari 2025 ini karena turunnya daya beli masyarakat. Dijelaskannya, penyebab deflasi ini karena diskon tarif listrik yang diberikan pemerintah sebesar 50 persen.

"Ini bukan karena penurunan daya beli, tetapi kan karena pengaruh dari diskon tarif listrik ini yang memberikan andil deflasi dua bulan berturut-turut. Karena ini kebijakan pemerintah melalui diskon tarif listrik 50 persen," ujar Amalia dalam konferensi pers Senin, 3 Maret 2025.

img_title Jumlah Pekerja Naik 522 Ribu Orang, BPS: Pengangguran Turun Jadi 7,22 Juta Orang Per Mei 2026

Pelantikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti

Photo :
  • Youtube Sekretariat Presiden

Amalia melanjutkan, berdasarkan catatan BPS Indonesia juga mengalami deflasi tahunan terakhir pada Maret 2.000. Deflasi pada 2.000 ini disumbang oleh kelompok bahan makanan.

img_title Tercatat Melambat, Ekonomi Indonesia Kuartal II-2026 Hanya Tumbuh 5,29 Persen

"Terakhir menurut catatan BPS, deflasi yoy pernah terjadi pada bulan Maret 2000, di mana pada saat itu deflasi sebesar 1,10 persen. Deflasi itu didominasi oleh kelompok bahan makanan," katanya.

BPS mencatat, Indonesia pada Februari 2025 mengalami deflasi sebesar 0,48 persen mtm. Sedangkan secara tahunan terjadi deflasi sebesar 0,09 persen yoy.

Amalia mengatakan secara bulanan Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami penurunan dari 105,99 pada Januari 2025 menjadi 105,48 pada Februari 2025

"Pada Februari 2025 terjadi deflasi sebesar 0,48 persen secara bulanan. Secara year on year juga terjadi deflasi sebesar 0,09 persen, dan secara tahun kalender mengalami deflasi sebesar 1,24 persen," ujar Amalia dalam konferensi pers.

Amalia menjelaskan, kelompok pengeluaran penyumbang deflasi bulanan terbesar adalah perumahan air listrik dan bahan bakar rumah tangga dengan deflasi sebesar 3,59 persen, dan memberikan andil deflasi 0,52 persen. 

"Karena komoditas yang dominan mendorong deflasi kelompok ini adalah diskon tarif listrik yang memrikan andil deflasi sebesar 0,67 persen," jelasnya.

Selain itu, deflasi bulan Februari 2025 juga didorong oleh penurunan harga pangan bergejolak seperti daging ayam ras dengan andil deflasi 0,06 persen, bawang merah serta cabai merah dengan andil deflasi masing-masing sebesar 0,05 persen dan 0,04 persen.

Ilustrasi kemiskinan.

Jurang Si Kaya dan Si Miskin Melebar, BPS: Tingkat Ketimpangan di RI Naik Per Maret 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur menggunakan gini ratio pada Maret 2026, tercatat sebesar 0,368.

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut