Legenda NBA Shaquille O'Neal Jadi Miliarder Berkat Meniru Strategi Investasi Ala Jeff Bezos

Shaquille O'Neal
Sumber :
  • AP Photo/Godofredo A. Vásquez

Amerika Serkat, VoxPop – Shaquille O'Neal, legenda NBA yang dikenal karena dominasinya di lapangan, kini juga sukses sebagai pebisnis. Kekayaan bersihnya meningkat pesat setelah ia mengadopsi strategi investasi ala Jeff Bezos, pendiri Amazon. 

img_title BNI Catat Laba Bersih Rp10,8 Triliun Semester I-2026, Kredit Tumbuh 24,4 Persen

Dirinya percaya bahwa berinvestasi bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi juga tentang bagaimana bisnis tersebut bisa memberi dampak positif bagi banyak orang.

Pelajaran Berharga dari Jeff Bezos

img_title Dua Segmen Bisnis Ini Jaga Kinerja Astra di Semester I-2026

Jeff Bezos.

Photo :
  • Quartz

Pada 2019, Shaq O’Neal mengungkapkan bahwa ia mengubah cara berinvestasi setelah mendengar filosofi Jeff Bezos. 

img_title Transformasi dan Inovasi Teknologi Makin Pesat, Investasi Modern Lewat AI & Riset Jadi Tren Baru

"Saya pernah mendengar Jeff Bezos berkata bahwa ia berinvestasi berdasarkan dampaknya terhadap kehidupan orang lain. Begitu saya mulai menerapkan strategi itu, kekayaan saya mungkin meningkat empat kali lipat,” katanya yang dikutip dari Benzinga pada Selasa, 4 Maret 2025. 

Sejak saat itu, O'Neal mulai lebih selektif dalam memilih investasi. Ia tidak hanya menanamkan modal di bisnis yang terlihat menguntungkan di atas kertas, tetapi juga mempertimbangkan nilai dan dampak yang diberikan kepada masyarakat.

Investasi yang Membawa Keuntungan Besar

Shaquille ONeal - Rolls Royce Phantom

Photo :
  • Fadeaway

Pendekatan ini terbukti berhasil. O'Neal adalah salah satu investor awal di Google dan memiliki saham di berbagai perusahaan besar, seperti Apple, bisnis pencucian mobil, dan klub malam di Las Vegas. Namun, salah satu keputusan investasinya yang paling menguntungkan adalah ketika ia menanamkan modal di perusahaan keamanan rumah, Ring.

Awalnya, ia hanya ingin mencari sistem keamanan yang terjangkau untuk rumahnya sendiri. Setelah mencoba produk Ring, ia langsung yakin dengan potensinya dan memutuskan untuk berinvestasi. Keputusan ini membuahkan hasil besar ketika Amazon mengakuisisi Ring seharga $1 miliar atau sekitar Rp16,4 triliun (kurs Rp16.450) pada 2018.

Kesalahan Besar Shaq dalam Berinvestasi

Shaquille ONeal

Photo :
  • CelticsBlog.com

Namun, tidak semua keputusan finansialnya berbuah manis. Salah satu kesalahan terbesar O'Neal adalah menolak investasi di Starbucks.

"Howard Schultz ingin bekerja sama dengan saya, tetapi saya menolaknya karena berpikir bahwa orang kulit hitam tidak minum kopi," akunya. "Saya salah besar."

Kesalahan ini membuatnya kehilangan peluang keuntungan hingga jutaan dolar, tetapi ia menjadikannya sebagai pelajaran berharga dalam dunia bisnis.

Investasi Berdasarkan Keyakinan, Bukan Sekadar Uang

O'Neal tidak hanya fokus pada keuntungan semata. Jika ia tidak percaya pada suatu bisnis, ia tidak akan berinvestasi, tak peduli seberapa besar potensi keuntungannya.

"Saya tidak berbisnis hanya demi uang," tegasnya. 

Hal ini terbukti ketika ia menjual 17 waralaba Auntie Anne’s karena merasa tidak sesuai dengan dirinya. Sebaliknya, ia tetap mempertahankan investasinya di Krispy Kreme, karena memiliki kecintaan pribadi terhadap merek tersebut sejak masa kuliah.

Kisah sukses Shaquille O’Neal membuktikan bahwa investasi terbaik bukan hanya tentang mencari keuntungan cepat, tetapi juga tentang memahami nilai dari bisnis yang didukung. Dengan meniru filosofi Bezos, ia telah membangun kekayaan besar dan tetap setia pada prinsip-prinsipnya.

Ilustrasi industri manufaktur.

Iklim Bisnis dan Prospek Manufaktur Masih Ekspansif di Kuartal II-2026, BPS Beberkan Datanya

Edy BPS mengatakan nilai IKBM yang berada di atas angka 50 menunjukkan kondisi dan prospek bisnis industri manufaktur pada kuartal II-2026 masih berada pada fase ekspansi

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut