Ungkap Tantangan Bangun Ekosistem EV, VKTR Butuh Dukungan Penuh Pemerintah

Chief Executive Officer (CEO) VKTR, Gilarsi Wahju Setijono
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Mohammad Yudha Prasetya

Jakarta, VoxPop – Emiten Grup Bakrie, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), menegaskan komitmen untuk ikut membangun ekosistem kendaraan listrik alias electric vehicle (EV) di Tanah Air. Langkah nyata itu dibuktikan VKTR dengan meningkatkan pasokan bus listrik bagi TransJakarta.

img_title Insentif EV Segera Diumumkan Prabowo, Purbaya: Untuk 500.000 Motor dan Mobil Listrik

Dimana pada tahun 2025 ini, VKTR bakal kembali merakit 80 unit bus listrik untuk TransJakarta, dari 20 unit bus listrik yang sebelumnya juga sudah dipasok di tahun 2024 lalu.

Meski demikian, Chief Executive Officer (CEO) VKTR, Gilarsi Wahju Setijono mengaku, upaya membangun ekosistem EV di Indonesia benar-benar harus didukung penuh oleh pemerintah. Sebab, salah satu tantangan terbesar di alam upaya ini adalah bersaing dengan produsen-produsen kendaraan berbasis diesel.

img_title Semester I-2026, Penjualan VKTR Naik 56 % Tembus Rp 647 Miliar

Terlebih, sampai saat ini pemerintah masih memberikan subsidi yang cukup besar untuk bahan bakar solar. Sehingga, hal itu tentunya berpengaruh pada upaya-upaya pengembangan ekosistem EV yang tengah dipacu di dalam negeri.

"Perjuangan paling besar buat kita hari ini adalah belum bisa bersaing dengan kendaraan komersil berbasis diesel, karena harga diesel yang super murah," kata Gilarsi di Jakarta, Senin, 24 Maret 2025.

img_title Gratis Voucher Listrik hingga Rp1,3 Juta hingga Diskon Tarif, PLN Kasih Promo Home Charging EV

Serah Terima Bus Listrik VKTR

Photo :
  • VoxPop/M Ali Wafa

Hal senada juga diungkapkan oleh Wakil Direktur Utama Bakrie & Brothers (BNBR) selaku induk usaha VKTR, Ardiansyah Bakrie. Dia memastikan pihaknya sangat berkomitmen untuk mendorong ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Ardie pun meminta dukungan penuh dari pemerintah, terlebih karena pihaknya sudah melakukan perakitan kendaraan di dalam negeri. Bahkan, tercatat bahwa bus listrik VKTR yang dipasok untuk TransJakarta, merupakan satu-satunya produk yang dirakit di dalam negeri dengan sertifikat TKDN lebih dari 40 persen.

"Yuk kita sama-sama majuin sesuatu yang produk dalam negeri, dimana kita pun sudah membuat 98 persen untuk merakit di sini," kata Ardie.

"Tapi walaupun adanya Keppres, hal tersebut masih banyak dijalankan tidak melalui proses ini. Masih CBU masih diterima, sehingga menurut kami ya susah juga kalau kita mau bantu maju tapi tidak mendapatkan dukungan," ujarnya.

Sebagai informasi, selain menambah pasokan ke TransJakarta dari sebelumnya 20 unit menjadi 80 unit bus listrik di tahun 2025 ini, VKTR juga akan memasok 20 unit produk serupa ke TransJakarta melalui operator PT Sinar Jaya Megah Langgeng.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut