Ini Sektor yang Rawan PHK dan Potensi Dampaknya Usai Kebijakan Tarif Impor Baru AS

Presiden Partai Buruh Said Iqbal
Sumber :
  • VoxPop/M Ali Wafa

Jakarta, VoxPop - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia atau KSPISaid Iqbal, mengungkap beberapa sektor yang rawan terjadinya pemutusan hubungan kerja atau PHK, sebagai dampak dari penetapan tarif baru impor Amerika Serikat.

img_title Impor RI Meroket 34,27 Persen hingga US$25,9 Miliar di Juni 2026, Ini Biang Keroknya

Adapun Indonesia ditetapkan oleh Amerika Serikat terkait dengan tarif baru itu sebesar 32 persen, yang diumumkan Presiden Donald Trump.

“Tekstil, garmen, sepatu, makanan, minuman yang berorientasi ekspor ke Amerika, kemudian industri sawit, industri karet, perkebunan karet, dan pertambangan yang dikirim ke Amerika,” ujar Said Iqbal dalam konferensi pers melalui Zoom, pada Sabtu, 5 April 2025.

img_title Penembakan di Restoran AS, Sejumlah Orang Dilaporkan Tewas

Lebih lanjut, Said Iqbal menyampaikan adanya kemungkinan perusahaan asing yang berinvestasi di Indonesia memilih hengkang ke negara-negara yang memiliki tarif lebih rendah.

“Misalnya gak kena apa? Bangladesh, atau India, Asia Selatan, Sri Lanka. Tekstil, garmen, sepatu, pindah ke sana. Karena dia pindah ke sana, otomatis, karena investor asing tadi, produksi di Indonesia menurun, atau sekalian ditutup PHK,” katanya.

img_title Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran

Potensi lain yang mengancam terjadinya PHK di Indonesia yakni terkait dengan impor yang masuk ke Indonesia dari negara lain yang memilih untuk ‘membuang’ produknya ke negara selain Amerika Serikat.

“Yang tadinya seratus persen ke Amerika, ya udah 20 persen. (Sisanya) 80 persen masuk ke Indonesia dan beberapa negara. Dan Indonesia yang paling empuk. Jualnya murah. Pasarnya besar. Lindungi industri dalam negeri. Begitu pula industri Vietnam. Walaupun tarif 46 persen, dia kurangin ke Amerika. Dia buang ke Indonesia. Murah. Awas. Begitu itu terjadi impor ugal-ugalan, PHK makin tinggi,” kata Said Iqbal.

Sebelumnya diberitakan, Sekitar 50 ribu pekerja di Indonesia diprediksi akan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dampak dari kebijakan tarif baru impor ke Amerika Serikat yang diumumkan oleh Presiden Donald Trump.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengatakan industri di Indonesia yang dimungkinkan terdampak kebijakan itu adalah tekstil, garmen, sepatu, makanan maupun minuman yang berorientasi ekspor ke Amerika, sawit, karet hingga pertambangan.

“Kalkulasi sementara Litbang KSPI dan Partai Buruh, badai gelombang PHK gelombang kedua ini bisa tembus di angka lebih dari 50 ribu dalam kurun waktu 3 bulan pasca ditetapkannya tarif berjalan. Kalau saya tidak salah kan tarif berlaku kebijakan tarif berlaku itu tanggal 9 April,” ujar Said Iqbal dalam konferensi pers melalui Zoom, Sabtu, 5 April 2025.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut