Ekonom Sebut Perkotaan Juga Butuh Koperasi Merah Putih Cegah Kemiskinan Bertambah, Begini Konsepnya

Kondisi Ibu Kota Jakarta saat PPKM. (Foto ilustrasi).
Sumber :
  • VoxPop/M Ali Wafa

Jakarta, VoxPop – Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Didik Rachbini mengungkapkan, saat ini penduduk Indonesia tinggal di kota mencapai 59 persen atau sebanyak 167 juta orang. Kemiskinan di kota pun akan semakin besar, dan dibutuhkan program pengentasan kemiskinan salah satunya Koperasi Merah Putih di kota.

img_title Tercatat Melambat, Ekonomi Indonesia Kuartal II-2026 Hanya Tumbuh 5,29 Persen

Didik memperkirakan, penduduk tinggal di kota pada 2045 mencapai 70 persen. Maka dari itu program pengentasan kemiskinan harus dijalankan di kota-kota.

"Kecenderungan peningkatan penduduk perkotaan akan semakin besar dengan peningkatan pertumbuhan urbanisasi yang cukup pesat. Bahkan pada tahun 2045, perkitaan penduduk wilayah perkotaan dapat mencapai 70 persen," ujar Didik dalam keterangannya Selasa, 10 Juni 2025.

img_title Masuk Bulan Agustus, Polri Pastikan Tak Ada Gangguan Kamtibmas di Pusat Ekonomi Nasional

Menurut Didik teknologi, sistem keuangan, inovasi dan kewirausahaan di kota lebih siap. Dia mencontohkan, bisnis Gojek saat ini hanya menguntungkan perusahaan dan meninggalkan nasib dan masa depan stakeholders utamanya pengemudi.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Photo :
  • VoxPop.co.id/M Ali Wafa
img_title Purbaya Tegaskan Ekonomi Kuartal II-2026 Takkan Jauh dari 5,4 Persen, Ini Faktornya

Didik mengatakan, dengan model bisnis saat ini para pengemudi aka  akan selamanya miskin, dan tidak akan pernah bergerak naik kelas vertikal ke atas. Sehingga, dinilai bahwa Gojek perlu ditransformasikan menjadi koperasi.

"Dalam ideologi pemerintahan sekarang, yang menjalankan sistem sosialisme pasar, Gojek akan lebih baik dibangun dan ditransformasikan menjadi koperasi. Para driver tersebut nanti menjadi pemilik entitas bisnisnya, yakni koperasi, platform dan aplikasinya dijalankan oleh pengurus koperasi," jelasnya.

Selain itu, pemerintah melalui Danantara bisa membuat platform transportasi digital dengan bisnis model koperasi, yang nanti akan dimiliki oleh ratusan ribu atau jutaan pengemudi motor dan mobil. Dia menilai, hal ini lebih sesuai dengan ideologi pemerintah pada saat ini.

"Contoh yang ada adalah co-op ride, platform ride-sharing berbasis koperasi. Koperasi transportasi digital ini berada di New York City, yang dimiliki dan dikelola oleh para pengemudi, bukan perusahaan besar teknologi digital seperti Uber dan Lyft," jelasnya.

Menurut Didik, dibandingkan dengan ide koperasi merah putih, gagasan transformasi digital seperti jauh lebih layak. Meski Koperasi Merah Putih tetap penting, namun koperasi trasportasi akan lebih layak secara ekonomi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut