Di Rapat Banggar, Sri Mulyani Sebut 2024 Tahun yang Tidak Mudah

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Anisa Aulia

Jakarta, VoxPop – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, tahun 2024 yang lalu merupakan tahun yang tidak mudah bagi negara-negara di dunia termasuk Indonesia.

img_title Ekonom Sebut Serangan AS ke Iran Masih Jadi Sentimen Bagi Harga Minyak & Pergerakan Rupiah

Hal itu diutarakannya dalam rapat pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2024, yang digelar bersama Badan Anggaran alias Banggar DPR RI.

Menkeu mengatakan, berbagai dinamika global turut membuat tahun 2024 cukup berat untuk dijalani oleh negara-negara di dunia. Hal itu misalnya karena ada berbagai perang di sejumlah wilayah, serta adanya ketegangan antara Rusia dan Amerika Serikat.

img_title IHSG Memerah Tertekan Lonjakan Harga Minyak, hingga Tensi Geopolitik Global

"Tahun 2024 bukan tahun yang mudah. Telah kami sampaikan situasi di mana pecah perang dari mulai Ukraina, kemudian di Gaza dan kemudian juga perang dagang antara Amerika dengan RRT dan ketegangan antara Amerika dengan Rusia," kata Sri Mulyani, dikutip Rabu, 16 Juli 2025.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati

Photo :
  • VoxPop.co.id/Anisa Aulia
img_title Harga Minyak Mentah RI Diproyeksi Capai US$71 Per Barel di Juli, ESDM: Tergantung Pasar dan Geopolitik

Tak hanya konflik dagang dan perang fisik, Menkeu menambahkan bahwa tantangan di tahun 2024 lalu juga dilengkapi dengan dilaksanakannya gelombang pemilu di 70 negara.

Hal itu belum termasuk tantangan lain di ranah perubahan iklim. Misalnya seperti yang dihadapi Indonesia dengan fenomena El Nino, yang berdampak pada hasil panen petani hingga kenaikan harga bahan pokok sebagai imbasnya.

"Oleh karena itu, APBN bekerja sangat keras untuk meminimalkan dampak dari situasi global yang begitu sangat dinamis atau bergejolak," ujar Menkeu.

Menteri Keuangan Sri Mulyani

Photo :
  • VoxPop.co.id/Rahmat Fatahillah Ilham

Meski demikian, Sang Bendahara Negara memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2024 masih terjaga di angka 5,03 persen. Terlebih, Dia juga menyebut bahwa tingkat pengangguran menurun dari yang semula 5,32 persen menjadi 4,9 persen.

"Kemiskinan ekstrim mendekati 0 persen, yaitu di 0,83 persen. Kemiskinan turun ke 9,03 persen dari sebelumnya 9,36 persen, serta indeks pembangunan manusia naik ke 75,02 dari sebelumnya 74,39," ujarnya.

Ilustrasi emas

Di Tengah Gejolak Geopolitik, Emas Diprediksi Tetap Jadi Primadona Investor

Di tengah berbagai ketidakpastian tersebut, permintaan emas global tetap menunjukkan ketahanan. Ibrahim mengutip data World Gold Council (WGC) yang mencatat permintaan em

img_title
VoxPop.co.id
2 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut