Ocean Centre Indonesia Targetkan Akselerasi Pengembangan Ekonomi Biru Berkelanjutan
- Dokumentasi Bappenas.
Jakarta, VoxPop – Inisiatif Ocean Centres resmi dimulai di Indonesia melalui acara yang diselenggarakan oleh UN Global Compact Network Indonesia (IGCN), dengan kolaborasi strategis dari Kementerian PPN/Bappenas. Sebelumnya, inisiatif ini telah diluncurkan secara global di Konferensi Laut PBB 2025 di Nice, Prancis.
Gelaran itu mempertemukan para pemimpin dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, serikat pekerja, asosiasi, sektor keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendorong terciptanya ekonomi kelautan (Biru) yang lebih aman, inklusif, dan berkelanjutan.
Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard menyampaikan, keamanan laut dan keberlanjutan lingkungan bukan sekadar isu teknis, tetapi fondasi pembangunan ekonomi biru Indonesia.
“Ocean Centre Indonesia menjadi wadah penting untuk menyatukan kepakaran dan komitmen lintas sektor dalam satu kerangka kolaboratif yang konkret,” Ujar Febrian dikutip dari keterangannya, Rabu, 16 Juli 2025.
Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup di Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo A. A. T. Sambodo menekankan peran strategis Indonesia dalam mendorong ekonomi kelautan yang aman dan berkelanjutan. Pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam inisiatif Ocean Centres dengan Roadmap Blue Economy RI (2023–2045) jadi sorotan.
Ilustrasi ekonomi biru / blue economy.
- Economist Impact
Dalam Ocean Sustainability Executive Dialogue yang, dia juga mengajak seluruh pihak untuk mendukung dan terlibat aktif dalam inisiatif ini sebagai bagian dari agenda nasional menuju tata kelola kelautan yang lebih terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan.
Ocean Centres adalah inisiatif jangka panjang dari UN Global Compact’s Ocean Stewardship Coalition (OSC) yang didukung oleh Lloyd’s Register Foundation. Pusat-pusat ini telah dibentuk di tujuh negara: Brasil, Ghana, Kenya, India, Bangladesh, Indonesia, dan Filipina, masing-masing dirancang untuk menangani tantangan keselamatan di tingkat regional dan mendorong solusi yang dipimpin secara lokal.
Hingga saat ini, Ocean Centre telah resmi diluncurkan di India dan Filipina, disusul oleh Indonesia. Peluncuran di Ghana, Kenya, dan Bangladesh direncanakan berlangsung antara bulan Juli dan Agustus 2025.
“Kami meyakini bahwa keselamatan laut merupakan prasyarat mendasar bagi terciptanya ekonomi laut yang inklusif dan berkelanjutan. Dukungan kami terhadap Ocean Centres mencerminkan komitmen Lloyd’s Register Foundation untuk membangun kapasitas lokal dan memperkuat ketahanan industri serta komunitas maritim di seluruh dunia,” ujar Dagmara Karbowska, Senior Programme Manager, Lloyd’s Register Foundation.
