Kejar Target NDC di 2030, Indonesia Butuh Investasi hingga Rp 4.648,6 Triliun

Juniko Nur Pratama (IESR), Harry Warganegara (IISIA)
Sumber :
  • [Istimewa]

Jakarta, VoxPop – Pemerintah Indonesia telah menargetkan upaya penurunan emisi menuju Net-Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 mendatang atau lebih cepat. Sejumlah sektor yang dibidik dan bakal menjadi fokus utama pemerintah guna mencapai target tersebut, antara lain yakni sektor kehutanan, energi, dan industri.

img_title Rampungkan Sekolah Rakyat di Soreang, Brantas Abipraya Pastikan Infrastruktur Berkualitas

Program Manager Dekarbonisasi Industri dari Institute for Essential Service Reform (IESR), Juniko Nur Pratama mengatakan, untuk mengejar target Nationally Determined Contribution (NDC) pada tahun 2030 saja, pemerintah Indonesia setidaknya membutuhkan investasi hingga mencapai US$285 miliar atau sekitar Rp 4.648.6 triliun (asumsi kurs Rp 16.311 per dolar AS).

Ilustrasi emisi karbon

Photo :
  • ist
img_title Bank Indonesia Proyeksikan Ekonomi RI Tetap Tumbuh hingga 5,7 Persen pada 2026 Meski Kuartal II Melambat

"Indonesia butuh investasi setidaknya US$285 miliar, yang selaras dengan target iklim untuk mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC) di tahun 2030 mendatang," kata Juniko di Jakarta, Selasa, 22 Juli 2025.

Dia memperkirakan investasi sebesar itu berpotensi membuka lapangan pekerjaan untuk 1,7 juta orang, hingga tahun 2045 mendatang. Bahkan, realisasi investasi itu juga bisa berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar Rp 638 triliun di tahun 2030.

img_title Hampir 10 Ribu Lapangan Kerja Berpotensi Tercipta dari Investasi Enam Perusahaan TPT Ini

Meski demikian, Juniko membeberkan adanya 5 pilar dalam upaya mewujudkan emisi nol bersih alias Net-Zero Emission (NZE), khususnya di sektor perindustrian. Antara lain yakni dekarbonisasi ketenagalistrikan, subtitusi bahan bakar ramah lingkungan, peningkatan efisiensi energi, efisiensi sumber daya, serta teknologi ramah lingkungan dan penangkapan karbon (CCUS).

Terlebih, PP 33/3023 juga telah mendorong sektor industri agar bisa menghemat 5,28 MTOE pada tahun 2030. Meskipun dalam perkembangannya, hingga tahun 2030 hanya 217 dari 450 industri yang telah melaporkan upaya menejemen energinya.

“Dari hasil analisis IESR, beberapa industri di Indonesia telah memiliki intensitas energi yang cukup baik dibanding dengan rata-rata global. Namun dalam mencapai emisi nol bersih, upaya yang lebih ambisius masih sangat diperlukan," ujarnya.

Kondisi udara di Jakarta yang penuh polusi.

Photo :
  • VoxPop/M Ali Wafa

Pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (IISIA), Harry Warganegara mengatakan, para pelaku di sektor industri besi dan baja saat ini masih menjadikan penerapan industri hijau sebagai pilihan semata.

Dia bahkan mengakui jika masih sedikit anggota IISIA yang telah menerapkan konsep industri hijau dalam bisnisnya. Namun, Dia memastikan bahwa ketertarikan industri besi dan baja di Tanah Air masih cukup tinggi untuk menerapkan konsep industri hijau tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut