Mengenal AI Wrangler, Pekerjaan Baru yang Bakal Dicari Banyak Perusahaan
- SAP
Saat ini, baru 15 persen perusahaan yang mengadopsi AI generatif, sehingga permintaan tenaga kerja akan melonjak seiring meningkatnya angka tersebut.
“Meskipun AI mungkin akan menggantikan beberapa pekerja yang memiliki kompetensi minim dalam pekerjaannya, jauh lebih mungkin bahwa [AI generatif] akan menjalankan tugas-tugas rutin yang memungkinkan para pekerja berinovasi dan mengembangkan bisnis mereka,” ungkap Martha Heller, CEO firma rekrutmen IT, Heller Search.
Skill yang Dibutuhkan untuk Jadi AI Wrangler
Lonjakan lowongan kerja AI menggambarkan kebutuhan spesifik perusahaan. Generative AI tetap membutuhkan input data berkualitas, sehingga keahlian literasi data dan integrasi data akan sangat dicari.
Selain itu, pekerja yang mahir menggunakan alat AI, membangun AI agents, hingga mengintegrasikan AI ke produk dan layanan akan lebih kompetitif di pasar kerja.
Permintaan data scientist di sektor keuangan, teknologi, dan pemasaran juga diperkirakan meningkat tajam.
Masa Depan Profesi AI Wrangler
Profesi AI Wrangler disebut-sebut akan menjadi garda depan dalam transformasi dunia kerja. Mereka tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga menjembatani kemampuan AI dengan kebutuhan bisnis nyata.
Perusahaan yang memahami hal ini akan berinvestasi lebih banyak untuk membangun tim dengan kompetensi AI yang mumpuni.
