Waspada 'September Effect'
- Al Jazeera
“Aliran masuk yang stabil sepanjang tahun telah memberi pondasi lebih kuat bagi harga Bitcoin dan Ethereum, sehingga penurunan harga yang ada relatif minor dan membuat Bitcoin mampu mempertahankan level harga di atas US$100 ribu,” tutur dia.
Strategi potensial
Bagi para investor, September kali ini bukan semata soal menghindari bulan sial. Justru yang lebih penting adalah disiplin strategi menghadapi kombinasi faktor musiman dan makroekonomi.
"Salah satu strategi yang dapat dioptimalkan investor selain investasi rutin atau Dollar Cost Averaging (DCA) ialah dengan memanfaatkan strategi Crypto Futures yang juga tersedia di Reku, untuk memungkinkan investor meraih keuntungan saat kondisi pasar naik maupun turun," paparnya.
Selain itu, investor juga perlu memperhatikan proyeksi perkembangan inflasi serta pandangan The Fed ke depan bisa menjadi cara mengelola risiko dengan tetap menjaga eksposur terhadap peluang kenaikan harga.
Di sisi lain, aset kripto dengan katalis yang kuat seperti Bitcoin dan Ethereum masih bisa jadi pilihan. Bagi investor jangka panjang, sebut Fahmi, September hanyalah satu bulan dalam siklus panjang.
Jika suku bunga global terus turun hingga 2026, aset yang cukup berisiko seperti aset kripto dan saham AS, besar kemungkinan tetap akan menjadi pemenang utama.
"Bitcoin diperkirakan masih bisa menguji level psikologis baru untuk mencetak new all time high, khususnya jika tren pemangkasan berlanjut. Sementara Ethereum punya katalis dari penguatan ekosistem rollups dan adopsi institusional seperti tren DATs (Digital Asset Treasury companies)," imbuhnya.
