3 Strategi Utama SIG Genjot Kinerja Bisnis di Tengah Kontraksi Industri Semen Nasional

Wakil Direktur Utama SIG, Andriano Hosny Panangian.
Sumber :
  • Dokumentasi SIG.

Jakarta, VoxPop – Permintaan semen domestik yang masih terkontraksi sejak tahun 2024 mendorong industri semen termasuk PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) untuk melakukan langkah-langkah strategis. hal tersebut demi menggenjot kinerja bisnis dengan menangkap peluang-peluang baru.

img_title Semen Langka dan Mahal di Aceh, Dirut SIG Turun Langsung Instruksikan 3 Hal Ini Pastikan Distribusi Berjalan Normal

Wakil Direktur Utama SIG, Andriano Hosny Panangian menyampaikan bahwa perseroan dengan kode emiten SMGR ini tengah fokus pada tiga strategi utama. Yaitu, peningkatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio.

“SIG optimis industri semen nasional memiliki prospek positif, menyusul kebutuhan semen untuk program 3 juta rumah dan pembangunan infrastruktur yang menjadi bagian dari fokus pemerintah,” ujar Andriano dalam paparan publik perusahaan, dikutip Sabtu, 13 September 2025.

img_title Ekspor Juni 2026 Capai US$25,46 Miliar, BPS Ungkap Komoditas Pendorongnya

Dia menjabarkan, dengan menjalankan tiga strategi utama tersebut, SIG hadir lebih dekat untuk memahami kebutuhan dan karakteristik pelanggan di tiap-tiap daerah. Sekaligus meningkatkan tata kelola rantai pasok agar lebih efektif dan efisien, serta berkontribusi terhadap peningkatan profitabilitas Perusahaan.

“Sebagai BUMN, SIG siap menyukseskan pembangunan di Indonesia dengan beragam solusi bahan bangunan yang inovatif dan layanan berkualitas, serta dukungan jaringan produksi dan distribusi yang luas,” kata Andriano.

img_title Penjualan Semester I-2026 Naik 5,6 Persen, SIG Bidik Perluasan Pasar di Jawa Barat

Saat ini SIG memiliki delapan merek semen yang kuat dan menjadi pemimpin pasar di berbagai wilayah di Indonesia dan regional, antara lain Semen Gresik, Semen Padang, Semen Tonasa, Dynamix, Semen Andalas, Semen Baturaja, Semen Merdeka, serta Thang Long Cement.

Untuk produk-produk yang dipasarkan di Indonesia, selain tersertifikasi SNI dan mengandung lebih dari 90 persen komponen dalam negeri (TKDN), produk SIG juga telah meraih sertifikat Green Label dari Green Product Council Indonesia.

Hal ini tak lepas dari komitmen penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam proses bisnis dan produksi, sehingga produk semen dan turunan semen SIG seperti beton siap pakai dan bata interlock presisi memiliki emisi karbon hingga 38 persen lebih rendah dari produk yang dibuat secara konvensional.

Dia menjabarkan, saat ini operasi SIG yang didukung pabrik semen terintegrasi di 9 lokasi, pabrik pengemasan di 27 lokasi, 7 pabrik penggilingan semen, dan 7 pelabuhan, juga diperkuat oleh lebih dari 350 distributor baik di Indonesia maupun di Vietnam (TLCC), serta lebih dari 63.000 toko ritel di Indonesia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut