Masa Depan TikTok di AS Cerah

Presiden AS Donald Trump jadikan TikTok sebagai alat barter politik dengan China.
Sumber :
  • Foreign Policy

Washington DC, VoxPop – Masa depan TikTok di Amerika Serikat (AS) cerah. Hal ini karena Presiden Donald Trump mengumumkan kesepakatan dengan China untuk tetap mengoperasikan platform media sosial itu di AS.

img_title AS Akan Tutup 5 Kantor Konsulatnya, Ada di Indonesia dan Jepang

Ia menyebut bahwa aset aplikasi milik ByteDance Technology tersebut akan dialihkan kepada pemilik yang berasal dari AS, dengan dalih demi keamanan negeri Paman Sam.

Tiga sumber yang mengetahui hal ini mengatakan bahwa kesepakatan tersebut serupa dengan yang dibahas awal tahun ini.

img_title Bukan Iran, Trump Tegaskan Cuma AS yang Pungut Biaya di Selat Hormuz

Mengutip Reuters, Rabu, 17 September 2025, kesepakatan untuk aplikasi media sosial yang memiliki 170 juta pengguna di AS ini, akan menjadi terobosan dalam perundingan berbulan-bulan antara kedua negara dalam upaya meredakan perang dagang yang telah meresahkan pasar global.

Pengumuman ini muncul sehari sebelum batas waktu 17 September untuk menjual atau menutup aplikasi video pendek tersebut. Kemudian, pada hari yang sama, Gedung Putih memperpanjang batas waktu tersebut hingga 16 Desember 2025.

img_title Ruben Onsu Buka Suara, Akui Selalu Jadi Pihak yang Minta Maaf Meski Merasa Tak Salah

Gedung Putih menolak memberikan detail lebih lanjut tentang perjanjian dengan China tersebut. Penundaan ini akan memberi ByteDance Technology waktu tambahan 90 hari untuk menyelesaikan perjanjian pengalihan aset TikTok kepada pemilik di AS.

Mekanisme ini meniru kesepakatan sebelumnya antara pemerintahan Donald Trump dengan Nippon Steel saat mengakuisisi U.S. Steel, termasuk penerapan “Golden Share” yang memberi hak istimewa kepada pemerintah.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menegaskan bahwa aspek komersial dari kesepakatan ini sejatinya sudah disepakati sejak Maret 2025, hanya tinggal penyelesaian detail teknis. “Kesepakatan ini tidak akan selesai tanpa adanya perlindungan yang tepat terhadap keamanan nasional AS,” ujarnya.

Kesepakatan sempat tertunda pada musim semi lalu setelah China memberi sinyal keberatan, menyusul pengumuman tarif baru AS terhadap produk China. Washington menilai kepemilikan TikTok oleh ByteDance Technology membuat aplikasi itu rentan dipengaruhi Beijing.

Meski demikian, TikTok berulang kali membantah klaim tersebut, dengan menyebut bahwa data pengguna AS disimpan di server cloud Oracle, dan keputusan moderasi konten untuk pasar AS juga dibuat di negaranya.

Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih

AS Klaim Kesepakatan Pembukaan Selat Hormuz dengan Iran Bisa Tercapai Besok, Harga Energi Diprediksi Stabil

Menkeu AS Scott Bessent menyebut kesepakatan pembukaan Selat Hormuz dengan Iran berpeluang tercapai pada Rabu dan diyakini dapat menstabilkan harga energi.

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut