2 Tantangan Utama Pengembangan Ekosistem Digital ASN

Transformasi Pembelajaran ASN untuk Indonesia Maju.
Sumber :
  • istimewa.

Jakarta, VoxPop – Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN), Muhammad Taufiq menegaskan, kemampuan adaptasi ASN menjadi kunci untuk memanfaatkan teknologi dan tetap relevan di era digital dan kecerdasan buatan (AI).

img_title 7 Kecanggihan Kacamata Pintar Modern, Fitur Rekam Video yang Mengubah Industri Konten Kreator

Dia menjelaskan bahwa meski perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat, pemanfaatannya di sektor publik saat ini baru mencapai 30–40 persen. Padahal pada 2030 akan terjadi sebuah disrupsi besar dimana diperkirakan 60–70 persen pekerjaan manusia akan digantikan teknologi.

“Menyikapi kondisi ini maka ASN dituntut untuk terus belajar, beradaptasi, dan proaktif dalam menghadapi perubahan,” ujar Taufiq dalam Seminar Nasional ‘Transformasi Pembelajaran ASN untuk Indonesia Maju: Mengakselerasi ASN Digital dan Kompeten’, dikutip Jumat, 26 September 2025.

img_title Di Balik Keputusan Sony Meninggalkan Disc Fisik, Ada Perubahan Besar dalam Cara Gamer Membeli Game

Dia juga menjelaskan bahwa kewajiban belajar bagi ASN sebagaimana diamanatkan undang-undang merupakan strategi penting dalam menghadapi dinamika birokrasi modern. Namun dalam penerapannya dihadapkan pada dua tantangan besar dalam pengembangan kompetensi ASN. 

Pertama, adalah memenuhi wajib belajar ASN yang saat ini telah mencapai lebih dari 5,2 juta dengan kebutuhan pengembangan kompetensi yang berbeda-beda. Kedua, memastikan strategi yang tepat agar setiap ASN mendapatkan kompetensi yang relevan dengan organisasinya.

img_title Membongkar Kacamata Pintar untuk Rekam Video: Di Balik Kemudahannya Tersimpan Risiko Penyalahgunaan

“Kedua tantangan tersebut menuntut kita untuk berhenti berpikir secara ego-system atau setiap sektor bekerja sendiri-sendiri, melainkan mengubahnya menjadi sebuah eco-system pembelajaran yang efisien, tanpa sekat antara pemerintah pusat dan daerah serta sektor swasta”, ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini LAN terus melakukan inovasi melalui berbagai kebijakan pengembangan kompetensi seperti Corporate University yang menggabungkan pembelajaran yang terintegrasi di tempat kerja dengan fokus mendukung program prioritas pemerintah seperti pengentasan kemiskinan, sekolah rakyat, dan koperasi merah putih. Selain itu juga pemanfaatan teknologi informasi melalui learning market place yang memastikan ASN mendapatkan sumber pembelajaran yang tepat secara gratis. 

ilustrasi ASN

Photo :
  • freepik.com/freepik

Pada kesempatan yang sama, Deputi Transformasi Pembelajaran ASN LAN, Erna Irawati, menggarisbawahi empat pilar utama transformasi pembelajaran ASN, yaitu: integrasi, digitalisasi, inovasi, dan kolaborasi. Menurutnya, pengembangan kompetensi ASN harus selaras dengan kebutuhan organisasi dan perubahan lingkungan strategis.

“Adaptif saja tidak cukup. ASN harus proaktif agar tidak tertinggal dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas,” ujarnya

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut