2 Tantangan Utama Pengembangan Ekosistem Digital ASN
- istimewa.
Erna menambahkan bahwa penguasaan kompetensi digital menjadi kebutuhan mendesak. Ia menekankan pentingnya literasi digital, data analitik, keamanan siber, serta kemampuan problem solving sebagai kompetensi generik yang wajib dimiliki setiap ASN.
“Forum Ekonomi Dunia memperkirakan 50 persen kompetensi kita saat ini sudah tidak relevan pada 2030. Oleh karena itu, pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning) harus menjadi budaya ASN,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Yudistira Nugraha, menyoroti peran kecerdasan buatan (AI) dalam mendukung transformasi pembelajaran. Menurutnya, AI hadir sebagai alat bantu yang memperkuat kapasitas ASN, bukan untuk menggantikannya.
Ilustrasi digitalisasi.
- Istimewa
“Pembelajaran ASN di era digital harus mindful, meaningful, dan joyful, dengan pemanfaatan teknologi yang personal, berbasis data, serta berorientasi hasil,” jelas Yudistira.
Lebih jauh, Yudistira juga menekankan pentingnya personalisasi pembelajaran, mengingat perjalanan karier setiap ASN berbeda. Dengan pendekatan micro learning dan experiential learning, ASN dapat mengembangkan kompetensi tanpa mengganggu tugas sehari-hari.
“Indikator keberhasilan bukan hanya penguasaan teknologi, tetapi juga kontribusi nyata ASN bagi organisasi dan masyarakat,” tambahnya.
