Bos Nvidia Ramal Masa Depan Dunia Kerja: Lupakan Kantor, Saatnya Jadi Tukang!
- Forbes
“Saya bahkan sudah mengatakan kepada tim Trump bahwa kita akan kehabisan tukang listrik untuk membangun data center AI,” katanya.
Sementara CEO Ford Jim Farley juga menyoroti jurang antara ambisi Amerika untuk memproduksi di dalam negeri dan realita tenaga kerja yang terbatas.
“Niatnya ada, tapi tidak ada yang menopang ambisi itu,” ujarnya. Saat ini, AS kekurangan 600.000 pekerja pabrik dan 500.000 pekerja konstruksi.
Di sisi lain, ada kisah dari pekerja terampil yang berhasil meraup miliaran rupiah. Dia adalah Jacob Palmer, 23 tahun, dari North Carolina jadi bukti nyata.
Setelah lulus SMA, ia menolak kuliah dan memilih ikut program magang di perusahaan kontraktor. Dua tahun kemudian, ia membuka usaha sendiri sebagai tukang listrik.
Tahun lalu, ia berhasil meraup pendapatan US$90.000 (sekitar Rp1,48 miliar), dan tahun ini sudah menembus enam digit. “Saya tidak punya utang ke siapa pun,” ujarnya bangga.
Jadi, alih-alih takut kalah oleh AI, mungkin sudah saatnya anak muda melihat peluang di sektor yang justru paling dibutuhkan, yakni pekerjaan lapangan yang membangun fondasi dunia digital itu sendiri. Seperti kata Jensen Huang, masa depan tidak hanya milik orang yang melakukan coding, tapi juga mereka yang bisa menyalakan lampu di tempat coding itu berjalan.
