AI Bikin 100 Juta Pekerja Lenyap

Kecerdasan buatan (AI).
Sumber :
  • Pixabay

Jakarta, VoxPopKecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) membuat 100 juta pekerja lenyap. Teknologi ini dapat menggantikan 40 persen perawat terdaftar, 47 persen pengemudi truk, 64 persen akuntan, 65 persen asisten pengajar, serta 89 persen pekerja makanan cepat saji.

img_title Xpeng Pamer Teknologi AI Lewat X9 dan G6 Pro AWD

Ketakutan tersebut diungkapkan oleh Senator Amerika Serikat (AS) Bernie Sanders terhadap nasib warga negaranya ke depan dalam mencari kerja.

"Teknologi AI (kecerdasan buatan) dan otomatisasi menimbulkan ancaman bagi hampir 100 juta pekerja di AS selama dekade berikutnya," ungkapnya, seperti dikutip dari Russia Today, Jumat, 10 Oktober 2025.

img_title 10 Keunggulan Aplikasi AI dalam Dunia Kerja, Dari Menyusun Strategi hingga Membantu Pengambilan Keputusan Lebih Cepat

Menurut anggota senior Komite Senat bidang Kesehatan, Pendidikan, Tenaga Kerja dan Pensiun itu, revolusi pertanian berlangsung selama ribuan tahun.

Revolusi industri membutuhkan waktu lebih dari satu abad. Namun, tenaga kerja AI dapat membentuk kembali perekonomian dalam waktu kurang dari satu dekade.

img_title 3 Aplikasi AI Terbaru Hadir dengan Kemampuan Multimodal, Saat Teks, Gambar, Audio, dan Video Menyatu dalam Satu Platform

Peringatan yang dilontarkan Bernie Sanders ini kontras dengan sikap pemerintahan Donald Trump, yang telah memperjuangkan kepemimpinan AS dalam pengembangan AI, dengan menyatakan bahwa kekalahan dalam perlombaan teknologi dengan China menimbulkan ancaman keamanan nasional.

Ia pun mempertanyakan motif di balik investasi AI besar-besaran, dengan menyatakan bahwa 'beberapa orang terkaya di dunia seperti Elon Musk, Larry Ellison, Mark Zuckerberg dan Jeff Bezos, menggelontorkan ratusan miliar dollar AS ke dalam teknologi tersebut'.

"Ingat ya. AI (kecerdasan buatan) dan robotika (otomatisasi) yang dikembangkan oleh para miliarder saat ini akan memungkinkan perusahaan-perusahaan AS untuk menghilangkan puluhan juta lapangan kerja dengan upah layak dan memangkas biaya tenaga kerja, tapi meningkatkan keuntungan sebesar-besarnya," tegas Sanders.

Senator seniort tersebut memperingatkan bahwa pekerja di bidang manufaktur, angkutan truk, dan layanan taksi menghadapi dampak yang sangat parah dari kemajuan pesat proyek kendaraan self-driving oleh produsen mobil dan perusahaan teknologi.

"Saya skeptis bahwa tujuan mereka adalah untuk mengangkat "60 persen dari masyarakat kita yang hidup dari gaji ke gaji', dan meyakini bahwa pendorong sebenarnya adalah karena 'berinvestasi dalam AI dan robotika akan meningkatkan kekayaan dan kekuasaan mereka secara eksponensial. Ini sudah terjadi di Amazon dan Walmart," ungkapnya.

Tampilan Aplikasi OLX

AI Mulai Masuk Pasar Mobil Bekas, Apa Untungnya Buat Konsumen?

Kehadiran teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence alias AI) mulai mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk cara masyarakat mencari mobil bekas.

img_title
VoxPop.co.id
1 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut