Pasar Kerja Lesu, Ini Biang Keroknya
- VoxPop.co.id/M Ali Wafa
Inflasi September diperkirakan mencapai 4 persen, menurut Bank of England, sehingga pertumbuhan upah kemungkinan akan menjadi patokan kenaikan pensiun tahun depan. Selain itu, ONS juga melaporkan data terkait aksi industri, di mana bulan Agustus mencatatkan jumlah hari kerja yang hilang akibat mogok paling sedikit dalam hampir enam tahun.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan di pasar kerja, ketegangan industrial relatif terkendali. Perlambatan pertumbuhan upah juga memiliki implikasi terhadap kebijakan suku bunga.
Bank of England sebelumnya khawatir kenaikan upah yang tinggi bisa mendorong inflasi, yang menjadi target mereka untuk turun ke 2 persen. Namun, inflasi terbaru tercatat 3,8 persen, dan perlambatan pertumbuhan upah membuka peluang bagi penurunan suku bunga di masa mendatang.
Setelah data ini dirilis, para pelaku pasar kini memperkirakan suku bunga akan turun menjadi 4,75 persen pada bulan Desember, sementara pertemuan kebijakan berikutnya pada November diperkirakan tidak akan mengubah suku bunga.
Secara keseluruhan, meskipun jumlah pekerja lansia meningkat, pasar kerja Inggris menghadapi perlambatan yang nyata. Penurunan jumlah lowongan, peningkatan pengangguran, dan melambatnya pertumbuhan upah menunjukkan tekanan yang harus dihadapi oleh pencari kerja maupun pembuat kebijakan.
Perkembangan ini menjadi indikator penting bagi perekonomian Inggris, terutama dalam menentukan strategi pemulihan tenaga kerja dan penetapan kebijakan fiskal serta moneter di masa mendatang.
