Mengenal Budaya '996' Tren Kerja Ekstrem tapi Gajinya Selangit, Minat? 

Ilustrasi aktivitas / bekerja.
Sumber :
  • vstory

Jakarta, VoxPop – Tren kerja yang dulu identik dengan Tiongkok kini mulai menular ke Amerika Serikat. Pola kerja “996”, yang berarti bekerja dari pukul 9 pagi hingga 9 malam selama enam hari seminggu, tengah menjadi tren di sejumlah perusahaan rintisan, terutama di sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

img_title 3 Aplikasi AI yang Memudahkan untuk Pelajaran Sekolah 2026: Solusi Cerdas Mengatur Jadwal, Tugas, dan Catatan

Jika terdengar seperti kerja 72 jam yang melelahkan, memang itulah tujuannya. Model kerja ini semula populer di Tiongkok hingga memicu protes dan bahkan tudingan menyebabkan kematian beberapa pekerja

Kini, sejumlah perusahaan di AS mulai mengadopsinya demi mengejar percepatan inovasi dan pertumbuhan. “Tren ini paling banyak terlihat di kalangan startup AI yang menerapkan pola kerja seperti ini untuk mempercepat pertumbuhan dan tetap kompetitif secara global,” ujar Keith Spencer, pakar karier di FlexJobs, sebagaimana dilansir dari Fast Company, Senin, 27 Oktober 2025.

img_title Membongkar 3 Smartwatch Terbaik 2026, Ketika Performa, Kesehatan, dan Produktivitas Menjadi Satu Kesatuan

Menurut Spencer, meski terdengar berat, sebagian pekerja muda justru tertarik pada gaya kerja ekstrem ini. “Beberapa karyawan, terutama generasi muda, mungkin justru menyambut tingkat dedikasi seperti ini, apalagi bila disertai bayaran atau insentif tambahan,” katanya.

Ilustrasi sedang bekerja.

Photo :
  • freepik.com/tirachardz
img_title Transformasi dan Inovasi Teknologi Makin Pesat, Investasi Modern Lewat AI & Riset Jadi Tren Baru

Budaya “996” mendapat dorongan tambahan dari tokoh-tokoh teknologi besar seperti Elon Musk, yang dikenal mempromosikan etos kerja ekstrem. “Ada banyak tempat kerja yang lebih mudah, tapi tidak ada yang mengubah dunia hanya dengan bekerja 40 jam seminggu,” kata Musk dalam sebuah unggahan di platform X pada 2018.

Beberapa startup AI di AS bahkan secara terbuka mencari karyawan yang “obsesif.” Di laman karier perusahaan Rilla, misalnya, pelamar diminta untuk tidak mendaftar jika tidak bersemangat bekerja 70 jam per minggu secara langsung dengan orang-orang paling ambisius di New York.

Will Gao, Head of Growth Rilla, mengatakan kepada Wired bahwa pola kerja semacam ini menjadi semacam subkultur baru di kalangan Gen Z. “Ada generasi yang tumbuh dengan kisah Steve Jobs dan Bill Gates, orang-orang yang mendedikasikan hidupnya untuk membangun perusahaan yang mengubah dunia,” ujarnya. 

Di startup Cognition di San Francisco, kantor bahkan dilengkapi dengan tempat tinggal bagi karyawan yang tidak punya waktu pulang. “Cognition punya budaya performa ekstrem, dan kami jujur tentang hal ini sejak proses rekrutmen agar tidak ada kejutan di kemudian hari. Kami rutin bekerja di akhir pekan dan sering kali melakukan pekerjaan terbaik kami larut malam. Banyak dari kami benar-benar tinggal di tempat kami bekerja,” ungkap CEO Scott Wu. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut