IHSG Ditutup Merah Tertekan Koreksi Saham Konglomerasi, Emiten Ini Kinclong

Ilustrasi papan saham IHSG.
Sumber :
  • VoxPop/Muhamad Solihin

Jakarta, VoxPop – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di zona merah setelah sempat mengalami penurunan tajam hampir 3 persen pada akhir sesi pertama. IHSG ditutup terkoreksi 1,87 persen atau 154,57 poin ke level 8.117,15.

img_title HTSI Catat Pertumbuhan Penjualan hingga 130 Persen di Segmen Ini pada Semester I-2026

Pergerakan IHSG berada dalam rentang area 7.959 hingga 8.354. Nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp 27,09 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,87 juta kali.

Hanya sektor kesehatan yang berhasil mencatatkan hasil positif sebesar 1,05 persen. Sebaliknya sektor energi turun signifikan 3,71 persen, sektor properti susut 3,48 persen dan sektor industri terkoreksi 3,46 persen.

img_title Semester I-2026, Penjualan VKTR Naik 56 % Tembus Rp 647 Miliar

Selanjutnya penurunan turut melanda sektor siklikal sebesar 2,04 persen, sektor teknologi dan infrastruktur melemah 1,80 persen, sektor transportasi kehilangan 1,66 persen, sektor keuangan jatuh 1,68 persen serta struktur non-siklikal turun 0,53 persen.

Ilustrasi Investasi

Photo :
  • pexels.com/Leeloo The First
img_title Survei Ungkap Kepuasan Publik ke Prabowo Turun, Pemerintah Bakal Lakukan Evaluasi

Menurut analis Phintraco Sekuritas melemahnya IHSG ditekan oleh koreksi mayoritas saham konglomerasi dan saham-saham yang berkaitan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Hal ini, sebagai respon atas MSCI yang berencana melakuan penyesuaian metodologi perhitungan free float khusus untuk konstituen saham Indonesia dengan masukan dibuka hingga 31 Desember 2025 dan hasil diumumkan paling lambat 30 Januari 2026.

Berdasarkan pantauan VoxPop di Stockbit saham milik taipan Prajogo Pangestu terbakar. Saham CDIA melemah 5,36 persen, saham PTRO turun 9,44 persen, saham CUAN tergerus 7,31 persen, dan saham BREN susut 3 persen. 

"Investor menanti realisasi laporan keuangan kuartal III-2025 dan membaiknya perekonomian domestik pada kuartal IV-2025," sambung analis Phintraco Sekuritas dikutip dari risetnya pada Senin, 27 Oktober 2025.

Secara teknikal, IHSG breaklow MA20 di level 8117 dengan kenaikan volume transaksi. Stochastic RSI juga mengalami death cross di pivot area, dengan MACD membentuk penyempitan negative slope.

Dalam riset yang sama, Phintraco Sekuritas melaporkan tiga emiten saham sukses mencatatkan lonjakan harga pesat hingga masuk jajaran top gainers, diantaranya:

PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR)

Saham ADMR membukukan kenaikan sebesar 7,89 persen atau 105 poin menjadi 1.420.

Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

Saham UNVR menyusul dengan penguatan sebesar 7,11 persen atau 180 poin dan ditutup pada level 2.710.

PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA)

Saham MAPA meningkat 5,66 persen atau 35 poin ke posisi 665.

Gedung Astra.

Dua Segmen Bisnis Ini Jaga Kinerja Astra di Semester I-2026

Presiden Direktur PT Astra International Tbk Rudy mengatakan, pertumbuhan bisnis Otomotif dan Jasa Keuangan menunjukkan daya tahan Grup Astra menghadapi kondisi dinamis.

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut