Meta PHK Massal! Mark Zuckerberg Pecat Ratusan Karyawan di Bidang AI

Kepala Eksekutif Meta Mark Zuckerberg.
Sumber :
  • Deadline

Jakarta, VoxPop – Setelah Amazon dikabarkan akan memangkas 30.000 karyawan, kini giliran Meta. Perusahaan tersebut  mengambil langkah drastis dengan memangkas ratusan pegawai di divisi kecerdasan buatannya. 

img_title India Beri Waktu 3 Hari Mark Zuckerberg Minta Maaf

Ironisnya, keputusan ini diambil hanya beberapa bulan setelah CEO Mark Zuckerberg melakukan perekrutan besar-besaran dan menggelontorkan dana triliunan rupiah untuk merekrut talenta terbaik di bidang AI.

Langkah terbaru Meta menunjukkan bahwa persaingan di industri kecerdasan buatan semakin ketat, sekaligus memperlihatkan tekanan besar yang dihadapi raksasa teknologi dalam menjaga keseimbangan antara ambisi dan efisiensi. 

img_title Membongkar 3 Smartwatch Terbaik 2026, Ketika Performa, Kesehatan, dan Produktivitas Menjadi Satu Kesatuan

Di tengah perlombaan menciptakan AI supercanggih, Meta kini justru harus memangkas sumber daya manusianya demi mempercepat pengambilan keputusan dan merampingkan struktur organisasi.

Menurut laporan Axios, Meta memutuskan untuk memecat sekitar 600 pegawai dari lab Superintelligence, divisi yang dibentuk pada pertengahan 2025 untuk mengembangkan proyek “personal superintelligence”. Kepala Meta AI, Alexandr Wang, menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut. 

img_title Transformasi dan Inovasi Teknologi Makin Pesat, Investasi Modern Lewat AI & Riset Jadi Tren Baru

“Dengan mengurangi ukuran tim, jumlah percakapan yang diperlukan untuk membuat keputusan akan lebih sedikit, dan setiap orang akan memiliki tanggung jawab serta dampak yang lebih besar,” tulisnya dalam memo internal yang dikutip dari Futurism, Selasa, 28 Oktober 2025.

Meta AI.

Photo :
  • Meta AI

Meski begitu, Meta tetap mendorong para pegawai terdampak untuk melamar posisi lain di dalam perusahaan, termasuk di TBD Lab, unit baru yang didirikan bulan lalu untuk mengembangkan model AI generasi berikutnya. 

Meta menegaskan bahwa langkah ini bukan bentuk kemunduran dalam ambisi AI mereka, melainkan bagian dari restrukturisasi agar lebih efisien dan fokus.

Menariknya, keputusan pemangkasan ini terjadi tidak lama setelah Zuckerberg melakukan rekrutmen besar-besaran di awal tahun. Ia dilaporkan menawarkan kontrak senilai hingga US$1 miliar atau setara Rp16,5 triliun untuk menarik talenta AI terbaik. 

Pada Juni lalu, Meta juga membeli 49 persen saham Scale AI senilai US$15 miliar atau setara Rp247,5 triliun, sekaligus menunjuk mantan CEO perusahaan tersebut, Alexandr Wang, sebagai pemimpin divisi AI Meta.

Namun strategi Zuckerberg tampaknya belum menemukan arah yang stabil. Hanya sebulan setelah mendirikan lab Superintelligence, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Meta membekukan perekrutan baru di bagaian AI sebagai proses perencanaan organisasi. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut