Ancaman Purbaya Alihkan Anggaran K/L Belanjanya Lambat Tak Main-main, Ini Buktinya

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, APBN KiTA Oktober 2025
Sumber :
  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Jakarta, VoxPop – Pernyataan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa yang mengatakan akan mengalihkan anggaran Kementerian/Lembaga (K/L) yang tak terserap hingga akhir Oktober 2025, bukan sekadar ancaman kosong belaka.

img_title Purbaya Tegaskan Ekonomi Kuartal II-2026 Takkan Jauh dari 5,4 Persen, Ini Faktornya

Sebab, hal itu ditegaskan pula oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, melalui Deputi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara, Ferry Irawan.

Dia menegaskan, saat ini pemerintah masih mengevaluasi kinerja penyerapan atau belanja anggaran dari seluruh K/L hingga akhir Oktober 2025.

img_title Purbaya Pede Ekonomi Sepanjang 2026 Bakal Tumbuh hingga 6 Persen, Begini Strateginya

"Jadi akan kita evaluasi sampai akhir Oktober, (untuk melihat) apakah itu bisa capai target atau tidak," kata Ferry di acara 'Sarasehan 100 Ekonom Indonesia' di Jakarta, Selasa, 28 Oktober 2025.

Deputi Pengelolaan & Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan

Photo :
  • [tangkapan layar]
img_title Meski KSSK Sebut Sistem Keuangan RI Stabil, Purbaya Tetap Waspadai Potensi Tekanan Global

Jika dari hasil evaluasi nantinya ditemukan K/L yang dinilai lambat dalam merealisasikan belanja anggarannya, maka anggaran yang belum terserap akan langsung dipindahkan ke K/L yang bisa secara cepat membelanjakannya sesuai program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto.

"Kalau tidak, sesuai catatan Pak Menteri Keuangan, maka (anggarannya) akan digeser ke teman-teman lain yang punya program lebih siap," ujar Ferry.

Ferry menegaskan, langkah ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah untuk mengakselerasi belanja negara di kuartal IV-2025, demi mendongkrak pertumbuhan ekonomi pada kuartal terakhir tahun ini.

Tak main-main, Prabowo diakui Ferry bahkan telah membentuk Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah alias Satgas P2SP, guna mengevaluasi kinerja belanja tiap Kementerian/Lembaga (K/L) guna mengoptimalkan serapan anggaran tersebut.

Dimana di dalam Satgas P2SP itu terdapat 3 kelompok kerja (pokja), yakni Pokja monitoring anggaran, Pokja percepatan implementasi program dan penyelesaian hambatan (debottlenecking), dan Pokja dukungan deregulasi dan penegakkan hukum.

"Melalui Pokja Bidang Monitoring Realisasi Anggaran, kita sedang me-review berbagai anggaran yang sudah dilakukan oleh K/L untuk melihat berapa pagunya, berapa serapannya, dan outlooknya berapa," ujarnya.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Namanya Kerap Masuk ke Bursa Calon Gubernur BI, Purbaya Ngaku Sudah Bersyukur Jadi Menkeu

Purbaya mengaku dirinya sudah merasa sangat bersyukur dengan posisinya saat ini sebagai Menteri Keuangan, dan hanya berharap agar bisa menjalankan tugasnya dengan baik.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut