Bahlil Minta Pertamina Buka Posko Aduan Kualitas Pertalite, Siap Tanggung Biaya Perbaikan Motor
- Yeni Lestari/VoxPop
“Kami masih melakukan pendalaman melalui laboratorium dan membutuhkan waktu,” ujar Mars Ega.
Sebelumnya, Bahlil juga menyampaikan bahwa dirinya telah menurunkan tim dari Lemigas untuk memverifikasi fakta di lapangan. “Saya sudah turunkan timnya, nanti mungkin sore saya balik sudah bisa dapat laporannya,” kata dia di Minahasa, Sulawesi Utara.
Publik Resah, DPR Desak Pertamina Transparan
Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat di Bojonegoro, Tuban, Surabaya, Sidoarjo, hingga Lamongan ramai melaporkan mesin sepeda motor mereka tiba-tiba brebet dan mogok setelah mengisi Pertalite. Kondisi ini memicu kekhawatiran publik terhadap mutu bahan bakar bersubsidi serta efektivitas pengawasan Pertamina di lapangan.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid meminta Pertamina memperkuat sistem pengendalian mutu dan bersikap transparan kepada publik. Ia menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar gangguan teknis, melainkan menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap kualitas energi nasional.
“Fenomena motor brebet ini bukan sekadar gangguan teknis, tetapi persoalan kepercayaan publik terhadap kualitas energi nasional. Pertamina harus menjelaskan hasil pemeriksaan laboratorium secara terbuka dan memastikan tindak lanjut cepat di lapangan,” ujar Nurdin.
Hingga kini, belum ada hasil resmi dari uji laboratorium yang membuktikan adanya kelainan pada Pertalite. Namun, sejumlah pengamat otomotif menduga gangguan mesin tersebut bisa saja dipicu oleh kadar oktan yang tidak sesuai standar atau kontaminasi air di dalam bahan bakar.
Pemerintah berjanji akan mengumumkan hasil verifikasi begitu pemeriksaan Lemigas dan tim investigasi Pertamina selesai dilakukan dalam beberapa hari mendatang.
