PANI dan CBDK Kompak Sesuaikan Target untuk Pertumbuhan Sehat di 2025
- Istimewa
Jakarta, VoxPop – Di tengah kondisi ekonomi global yang fluktuatif dan pelemahan daya beli konsumen, dua pengembang besar di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2), yakni PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), menunjukkan strategi yang adaptif dalam menjaga pertumbuhan bisnis mereka.
Meski keduanya menyesuaikan target pra-penjualan 2025, performa di lapangan tetap solid, menandakan fundamental bisnis yang kuat dan daya tarik PIK2 sebagai kawasan investasi masa depan.
PANI dan CBDK sama-sama memandang penyesuaian target bukan sebagai langkah mundur, melainkan strategi realistis untuk menjaga kualitas pertumbuhan dan memperkuat fondasi jangka panjang. Dengan pendekatan yang prudent, kedua perusahaan berfokus pada relevansi produk, inovasi, serta keberlanjutan kawasan yang mereka kembangkan.
Penjualan PANI Melonjak 183 Persen di Kuartal III 2025
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (“PANI”) mencatat lonjakan penjualan signifikan sebesar 183 persen secara kuartalan (QoQ) pada kuartal III 2025. Emiten properti terkemuka yang berbasis di kawasan PIK2 ini membukukan marketing sales senilai Rp1,98 triliun, naik tajam dari Rp699 miliar pada kuartal sebelumnya.
Hingga periode ini, PANI telah mencapai 73 persen dari target tahunannya. Pertumbuhan pesat tersebut terutama ditopang oleh segmen residensial yang melonjak 234 persen QoQ berkat tingginya permintaan pada proyek Pasir Putih Residences, Padma, dan Bukit Nirmala.
Segmen komersial juga menunjukkan performa impresif dengan pertumbuhan 196 persen QoQ, didorong oleh penjualan Bizpark PIK2, Rukan Lau Pa Sat, dan Rukan Marina Bay. Sementara itu, penjualan kaveling tanah komersial meningkat 113 persen QoQ, dengan kontribusi terbesar dari kawasan CBD PIK2.
Sejalan dengan tren pasar dan faktor makroekonomi, seperti pergerakan nilai tukar rupiah serta moderasi kepercayaan konsumen, PANI menyesuaikan target pra-penjualan 2025 dari Rp5,3 triliun menjadi Rp4,3 triliun. Langkah ini diambil untuk memastikan pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan.
“Kami melihat dinamika pasar bukan hanya sebagai tantangan, namun sebagai proses penyesuaian menuju keseimbangan baru yang lebih sehat," kata Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma, sebagaimana dikutip dari siaran pers, Jumat, 31 Oktober 2025.
