Menkeu Purbaya Tegas Soal Barang Ilegal: Saya Lihat Siapa yang Paling Ribut, Itu Saya Tangkap Duluan
- [tangkapan layar]
Tak hanya industri rokok, pemerintah juga menyoroti sektor pakaian dan tekstil yang dinilai mulai dikuasai produk impor ilegal. Purbaya bahkan mengaku sempat sedih saat mengetahui sebagian besar produk dalam ajang fashion show di Tanah Air didominasi oleh produk asal Cina.
“Waktu saya jadi ketua LPS, nggak bisa apa-apa. Waduh, saya bilang, kok gitu. Jadi ikut acara itu pulang-pulang sedih, bukannya bangga, jadi sedih. Padahal orang kita jago,” ujarnya.
Untuk itu, Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai akan memperketat pengawasan terhadap peredaran barang impor ilegal, termasuk pakaian dan sepatu murah yang berpotensi merusak industri nasional.
Selain sektor industri, Purbaya juga memaparkan kondisi fiskal Indonesia tahun 2026 yang disebut tetap ekspansif namun terukur. Pos Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, kata dia, disusun dengan defisit sebesar 2,68 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
“Belanja negara sebesar 3.842,7 triliun, pendapatan negara 3.153,6 triliun, defisit terkendali di 2,68% dari PDB. Pembiayaan kita perlu inovatif dan sustainable dengan standar dunia,” tutur Purbaya.
Ia menambahkan, Indonesia masih dinilai baik oleh lembaga internasional berkat kebijakan fiskal yang berkesinambungan.
“Kita masih dinilai baik dengan menjalankan kebijakan fiskal yang berkesinambungan,” pungkasnya.
