Rupiah Melemah di Tengah Spekulasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed di Desember 2025

Ilustrasi Uang Rupiah
Sumber :
  • pixabay.com/WonderfulBali

Jakarta, VoxPop – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup menguat pada perdagangan hari ini.

img_title PGS BI Destry Beberkan Strategi Hadapi Era Suku Bunga Tinggi di Dunia

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 16.666 per Senin, 10 November 2025. Posisi rupiah itu menguat 38 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 16.704 pada perdagangan Jumat, 7 November 2025.

Sementara perdagangan di pasar spot pada Selasa, 11 November 2025 hingga pukul 09.14 WIB, rupiah ditransaksikan di level Rp 16.701 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 47 poin atau 0,28 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.654 per dollar AS.

img_title Ekonom Sebut Serangan AS ke Iran Masih Jadi Sentimen Bagi Harga Minyak & Pergerakan Rupiah

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS

Photo :
  • VoxPop.co.id/M Ali Wafa

Spekulasi masih berkelanjutan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada bulan Desember 2025, terutama setelah serangkaian data sektor swasta yang lemah di pasar tenaga kerja minggu lalu.

img_title Destry Pastikan BI Tak Kendor Jaga Stabilitas, Ini yang Jadi Prioritas

Data pekerjaan Challenger menunjukkan bahwa AS mengalami gelombang PHK terburuk dalam sekitar 20 tahun pada bulan Oktober 2025. Data tersebut meningkatkan spekulasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga untuk mencegah pelemahan pasar tenaga kerja lebih lanjut.

Para pedagang memperkirakan peluang sebesar 61,9 persen bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Desember 2025, menurut CME Fedwatch.

Sentimen pasar juga terbantu oleh pemungutan suara Senat untuk melanjutkan RUU pendanaan, yang diharapkan akan mengakhiri penutupan pemerintah AS terlama yang pernah ada. Senat telah memberikan suara 60-40 untuk mempertimbangkan RUU belanja tersebut, dan akan mengadakan pemungutan suara terakhir dalam beberapa hari mendatang.

RUU ini menandai berakhirnya filibuster yang dilakukan Partai Demokrat di Senat, yang sebagian besar menjadi penyebab penutupan pemerintah yang masih berlangsung hingga saat ini.

Berakhirnya penutupan pemerintah juga diperkirakan akan membuka pintu bagi rilis data ekonomi AS lainnya dalam beberapa hari mendatang.

"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp 16.600 - Rp 16.660," ujarnya.

Ilustrasi rupiah dan dolar

Rupiah Berpotensi Sentuh Rp18.300 per Dolar AS Pekan Depan, Pengamat Ungkap Penyebabnya

mulai dari PMI manufaktur, cadangan devisa, hingga Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), yang dinilai berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap rupiah

img_title
VoxPop.co.id
2 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut