Intip 5 Negara dengan Jam Kerja Terpendek di Dunia, Work-Life Balance Warganya Otomatis Terjaga!
- www.istockphoto.com
Jakarta, VoxPop – Di tengah budaya kerja yang masih menganggap jam panjang sebagai simbol produktivitas, beberapa negara justru membuktikan hal sebaliknya. Mereka menemukan bahwa kunci kinerja bukan pada lamanya waktu bekerja, melainkan kualitas kerja yang dilakukan secara terfokus.
Fenomena ini mendorong banyak ekonom dan praktisi sumber daya manusia meninjau ulang pola kerja modern, terutama di era ketika efisiensi semakin dihargai.
Rupanya, durasi kerja paling efektif bukan saat bekerja dua belas jam tanpa jeda, tetapi ketika waktu enam jam dimanfaatkan secara optimal. Data dari sejumlah negara maju memperkuat pandangan tersebut.
Jam kerja mereka relatif singkat, tetapi produktivitas per jamnya termasuk yang tertinggi di dunia. Nah, ada negara apa saja? Berikut daftarnya sebagaimana dirangkum dari Travel Binger, Senin, 24 November 2025.
Belanda/Ilustrasi.
- BusinessInsider
1. Belanda
Belanda kerap berada di posisi teratas sebagai negara paling produktif meski jam kerjanya rendah. Eurostat mencatat bahwa rata-rata minggu kerja di Belanda pada 2023 hanya sekitar 32,2 jam. Banyak pekerja di negara ini sudah lama mengadopsi pola empat hari kerja dengan sembilan jam per hari.
Kondisi tersebut didukung oleh tenaga kerja yang terampil, infrastruktur modern, serta sistem transportasi yang efisien. Belanda dan Denmark bahkan dikenal sebagai negara dengan budaya bersepeda kuat, di mana sekitar 25 hingga 35 persen penduduknya berangkat kerja menggunakan sepeda.
Lembur juga bukan kebiasaan umum di Belanda. Jika diperlukan, tambahan waktu kerja selalu diberikan kompensasi, baik dalam bentuk upah maupun liburan tambahan sesuai perjanjian kerja. Model Belanda menunjukkan bahwa kesejahteraan karyawan dapat berjalan seiring dengan performa ekonomi nasional.
2. Denmark
Denmark dikenal memiliki minggu kerja terpendek, yakni sekitar 37,2 jam untuk pekerja penuh waktu. Negara ini juga konsisten berada dalam daftar negara paling bahagia di dunia. Budaya hygge, yang berarti menciptakan suasana hangat dan menikmati hal-hal baik dalam hidup bersama orang-orang terdekat, turut memengaruhi cara warga Denmark bekerja.
Kepercayaan sosial di Denmark tergolong sangat tinggi. Survei menunjukkan 74 persen responden percaya bahwa kebanyakan orang bisa dipercaya, disusul Norwegia sebesar 72 persen dan Finlandia sebesar 68 persen. Tingginya rasa saling percaya ini mendukung fleksibilitas kerja dan pengambilan keputusan mandiri.
