PLN IP Perkuat Uji Cofiring Hidrogen di PLTDG Bali Pesanggaran, Begini Hasilnya

PLN IP.
Sumber :
  • Dokumentasi PLN IP.

Jakarta, VoxPop – PLN Indonesia Power melakukan uji coba lanjutan cofiring hidrogen di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Gas (PLTDG) Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bali Pesanggaran. Hal ini ditegaskan sebagai langkah nyata dalam mendukung transisi energi bersih.

img_title Made In Indonesia Saja Tak Cukup Bikin Industri Dalam Negeri Berkelanjutan, Ini Penjelasannya

Pengujian pra-operasi yang berlangsung pada 18–20 November 2025 ini menjadi kelanjutan dari uji hidrogen yang telah dilakukan tahun sebelumnya, sekaligus menandai komitmen perusahaan untuk menghadirkan inovasi energi ramah lingkungan di Indonesia.

Bernadus Sudarmanta, Direktur Utama PLN Indonesia Power, menyampaika,  implementasi cofiring hidrogen bukan sekadar pencapaian teknis, tetapi juga langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia Power sebagai pelopor teknologi energi bersih di Tanah Air.

img_title Kampanyekan Hidup Sehat dan Transisi Energi, PLN Kembali Gelar PLN Electric Run 2026

“Keberhasilan pengujian cofiring hidrogen di PLTDG UBP Bali ini menegaskan kesiapan Indonesia Power untuk memasuki fase transisi energi yang lebih maju. Hidrogen bukan lagi sekadar wacana, tetapi sudah kami uji dan buktikan dapat diterapkan secara nyata dan aman di aset pembangkitan,” ujar Bernadus dikutip dari keterangannya, Minggu, 30 November 2025.

“Ini adalah fondasi penting bagi upaya kami menurunkan emisi, meningkatkan efisiensi, sekaligus memperkuat portofolio energi bersih perusahaan. Kami bertericofiring kepada seluruh mitra yang telah berkontribusi, dan Indonesia Power akan terus melanjutkan inovasi demi mendukung target Net Zero Emission 2060,” tambahnya.

img_title Ciptakan Nilai Tambah hingga Tarik Investasi, Bahlil Pacu Pembangunan Ekosistem Hidrogen Terintegrasi

VP Technology Development PLN Indonesia Power Hedwig Lunga Sampe Pajung, sekaligus penanggung jawab program cofiring hidrogen, menjelaskan bahwa pengujian tahun ini dilakukan dengan pendekatan yang lebih komprehensif dibandingkan tahun sebelumnya.

Jika pada 2024 pengujian hanya dilakukan pada beban penuh (100% kapasitas mesin) dengan rasio cofiring 7%, maka pada 2025 pengujian melibatkan tiga variasi beban untuk mendapatkan gambaran performa yang lebih lengkap.

“Pengujian kali ini kami lakukan pada beban 75%, 85%, dan 100% kapasitas mesin. Hasilnya, rasio cofiring hidrogen mencapai 23% pada beban 75%, 22% pada 85%, dan 17% pada 100%. Dengan variasi ini, kami bisa melihat perilaku mesin di berbagai kondisi operasi dan menentukan batas maksimum hidrogen yang aman untuk setiap level beban,” jelas Hedwig.

Dari sisi teknis, pengembangan difokuskan pada sistem suplai hidrogen melalui penggunaan Pressure Regulator System (PRS) berbasis Programmable Logic Controller (PLC) dan Human Machine Interface (HMI). Sistem ini memungkinkan pengaturan injeksi hidrogen yang lebih akurat, efisien, dan aman.
“Dengan kontrol elektronik penuh, proses feeding hidrogen menjadi jauh lebih stabil dan presisi,” tambah Hedwig.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut