6.000 Airbus A320 Bermasalah, Ini Dampaknya ke Penerbangan Asia, Eropa, Hingga AS
- simpleflying
Di Asia dan Eropa, situasi relatif lebih terkendali. Pengumuman recall muncul ketika banyak maskapai di dua kawasan itu telah menurunkan intensitas penerbangan harian sehingga memberi ruang untuk pengerjaan teknis.
Aviation analyst Asia, Brendan Sobie, menilai kondisi ini tidak seburuk yang dibayangkan publik. Ia mengatakan pembaruan tersebut “tidak sechaotic seperti yang beberapa orang pikirkan,” meski ia juga menilai hal itu memicu sakit kepala jangka pendek bagi operasional maskapai.
Di Jepang, ANA Holdings membatalkan 95 penerbangan dan berdampak pada 13.500 penumpang. Tigerair Taiwan menunda delapan penerbangan. Di India, regulator memastikan IndiGo dan Air India diperkirakan menyelesaikan seluruh pembaruan pada Sabtu.
Maskapai yang Melaporkan Gangguan
Berikut beberapa maskapai yang melaporkan potensi atau realisasi gangguan:
Air France membatalkan 35 penerbangan, sementara Lufthansa menyebut beberapa pembatalan atau keterlambatan tidak terhindarkan. Avianca, yang lebih dari 70 persen armadanya terdampak, menutup penjualan tiket hingga 8 Desember karena gangguan dinilai signifikan.
Sementara itu, Air New Zealand memperingatkan pembatalan sejumlah layanan, dan Korean Air menyatakan pengerjaan 10 pesawat terdampak akan selesai pada Minggu pagi.
Meski begitu, banyak bandara besar dunia masih mencatat tingkat keterlambatan dalam kategori baik hingga moderat berdasarkan data FlightAware dan Cirium.
Dugaan Pengaruh Radiasi Matahari
Peneliti Prancis masih menyelidiki dugaan paparan radiasi badai matahari yang disebut berpotensi memicu gangguan perangkat pada insiden JetBlue. Kasus tersebut dikategorikan sebagai “incident,” level paling rendah dalam klasifikasi darurat keselamatan penerbangan.
Aviation consultant dari Inggris, John Strickland, menegaskan bahwa gangguan operasional mendadak selalu sulit ditangani, apalagi jika memengaruhi sebagian besar armada global. Ia menyebut tantangan ini datang pada waktu yang tidak ideal bagi maskapai.
Airbus menginstruksikan maskapai untuk mengembalikan software di komputer pendeteksi sudut hidung pesawat. Pada beberapa pesawat lebih tua, perangkat keras juga harus diganti. Tanpa perbaikan itu, pesawat tidak diizinkan membawa penumpang dan hanya boleh terbang menuju fasilitas perbaikan.
Saat ini terdapat sekitar 11.300 pesawat A320 Family beroperasi di seluruh dunia, termasuk 6.440 unit A320 sebagai model inti. Jet ini menjadi tulang punggung banyak maskapai besar, terutama maskapai low-cost carrier.
