6.000 Airbus A320 Bermasalah, Ini Dampaknya ke Penerbangan Asia, Eropa, Hingga AS

Airbus A320
Sumber :
  • simpleflying

Di Asia dan Eropa, situasi relatif lebih terkendali. Pengumuman recall muncul ketika banyak maskapai di dua kawasan itu telah menurunkan intensitas penerbangan harian sehingga memberi ruang untuk pengerjaan teknis.

img_title Target Capai Emisi Nol Bersih, AirAsia Memesan 361 Pesawat Airbus A321

Aviation analyst Asia, Brendan Sobie, menilai kondisi ini tidak seburuk yang dibayangkan publik. Ia mengatakan pembaruan tersebut “tidak sechaotic seperti yang beberapa orang pikirkan,” meski ia juga menilai hal itu memicu sakit kepala jangka pendek bagi operasional maskapai.

Di Jepang, ANA Holdings membatalkan 95 penerbangan dan berdampak pada 13.500 penumpang. Tigerair Taiwan menunda delapan penerbangan. Di India, regulator memastikan IndiGo dan Air India diperkirakan menyelesaikan seluruh pembaruan pada Sabtu.

img_title Pertamina Gandeng Airbus Kembangkan Avtur Ramah Lingkungan

Maskapai yang Melaporkan Gangguan

Berikut beberapa maskapai yang melaporkan potensi atau realisasi gangguan:

img_title Perkuat Matra Udara, TNI AU Pesan 4 Unit Helikopter Airbus H145 Buatan AS

Air France membatalkan 35 penerbangan, sementara Lufthansa menyebut beberapa pembatalan atau keterlambatan tidak terhindarkan. Avianca, yang lebih dari 70 persen armadanya terdampak, menutup penjualan tiket hingga 8 Desember karena gangguan dinilai signifikan.

Sementara itu, Air New Zealand memperingatkan pembatalan sejumlah layanan, dan Korean Air menyatakan pengerjaan 10 pesawat terdampak akan selesai pada Minggu pagi.

Meski begitu, banyak bandara besar dunia masih mencatat tingkat keterlambatan dalam kategori baik hingga moderat berdasarkan data FlightAware dan Cirium.

Dugaan Pengaruh Radiasi Matahari

Peneliti Prancis masih menyelidiki dugaan paparan radiasi badai matahari yang disebut berpotensi memicu gangguan perangkat pada insiden JetBlue. Kasus tersebut dikategorikan sebagai “incident,” level paling rendah dalam klasifikasi darurat keselamatan penerbangan.

Aviation consultant dari Inggris, John Strickland, menegaskan bahwa gangguan operasional mendadak selalu sulit ditangani, apalagi jika memengaruhi sebagian besar armada global. Ia menyebut tantangan ini datang pada waktu yang tidak ideal bagi maskapai.

Airbus menginstruksikan maskapai untuk mengembalikan software di komputer pendeteksi sudut hidung pesawat. Pada beberapa pesawat lebih tua, perangkat keras juga harus diganti. Tanpa perbaikan itu, pesawat tidak diizinkan membawa penumpang dan hanya boleh terbang menuju fasilitas perbaikan.

Saat ini terdapat sekitar 11.300 pesawat A320 Family beroperasi di seluruh dunia, termasuk 6.440 unit A320 sebagai model inti. Jet ini menjadi tulang punggung banyak maskapai besar, terutama maskapai low-cost carrier.

Airbus A380-800.

Pesawat Komersial Terbesar di Dunia Bakal Mendarat di Bandara Soetta

Pesawat Airbus A380-800 merupakan pesawat komersial terbesar di dunia dengan konfigurasi dua dek penuh (full double deck). Pesawat ini memiliki bentang sayap 79,75 meter.

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut