Perkuat Industri, Pemprov DKI Jakarta dan JXB Ajak Pelaku Film Nasional Kolaborasi
- [Istimewa]
Jakarta, VoxPop – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hadir perdana di JAFF Market 2025, dalam misinya menuju ‘The City of Cinema' demi menciptakan peluang kolaborasi dengan para pelaku di industri film nasional.
Direktur Utama PT Jakarta Tourisindo (Perseroda)/Jakarta Experience Board (JXB), Yunn Bali Mohammad Yusuf mengatakan, hal ini bertujuan untuk mendorong minat dan meyakinkan sineas baik sineas nasional maupun internasional, demi menjadikan Jakarta sebagai pilihan utama dalam proses produksi film.
Selama tiga hari kegiatan JAFF Market, Pemprov DKI Jakarta secara intensif melakukan berbagai kegiatan kolaboratif. Yakni mulai dari menjalin kemitraan strategis, menggelar dialog dengan pelaku industri, hingga meresmikan kerja sama produksi film.
Syuting film Sang Kyai.
- http://harris-maulana.blogspot.com
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta melalui Jakarta Experience Board (JXB), juga telah meresmikan Memorandum of Understanding (MoU) dengan dua rumah produksi ternama, yaitu Palari Films dan Wahana Kreator.
"Kerja sama ini secara konkret mengukuhkan rencana produksi film skala besar oleh kedua rumah produksi tersebut yang akan dilaksanakan di berbagai lokasi Jakarta pada tahun 2026," kata Yusuf dalam keterangannya, Kamis, 4 Desember 2025.
Palari Films menegaskan kesiapan dengan telah menyiapkan tiga judul film yang akan menjadi bagian dari proyek tersebut. Di sisi lain, Wahana Kreator yang telah memiliki berbagai pengalaman produksi film di Jakarta juga memastikan rangkaian filmnya siap masuk tahap produksi di Jakarta.
MoU yang ditandatangani oleh Direktur Utama PT Jakarta Tourisindo (Perseroda)/Jakarta Experience Board (JXB), Yunn Bali Mohammad Yusuf menegaskan, JXB akan memfasilitasi perizinan untuk kedua rumah produksi.
"Misalnya seperti perizinan berbagai fasilitas lokasi di Jakarta, termasuk akses ke sarana transportasi kota serta situs-situs budaya dan sejarah yang dikelola Pemprov DKI Jakarta," ujarnya.
Penandatanganan MoU ini membuka potensi besar dalam kemudahan proses produksi film di Jakarta. Kemudahan akses dan birokrasi dengan sistem single gateway ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi waktu dan biaya logistik produksi, mendorong investasi produksi film, serta membangun pertumbuhan berkelanjutan ekosistem film di Jakarta.
