Nonton Film Bisa Latih Imajinasi, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ilustrasi bioskop.
Sumber :
  • Freepik/freepik

Jakarta, VoxPop – Menonton film ternyata tidak hanya menjadi hiburan bagi anak. Berdasarkan riset yang dilakukan Universitas Lancaster, Inggris, film dengan unsur fantasi atau imajinatif dapat membantu meningkatkan kreativitas anak sekaligus merangsang kemampuan berpikir di luar kebiasaan.

img_title Sinopsis Film Pendek Amazing Fantastic Extraordinary People yang Menang Tapestry of Indonesia

Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Psychology of Aesthetics, Creativity, and the Arts, para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang menonton film dengan unsur magis menunjukkan tingkat kreativitas yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang menyaksikan tayangan tanpa unsur fantasi. Menariknya, paparan cerita tersebut tidak membuat anak lebih percaya pada hal-hal magis, melainkan mendorong mereka menghasilkan ide-ide yang lebih beragam.

Para peneliti menjelaskan bahwa cerita yang menghadirkan dunia di luar realitas sehari-hari membuat anak terdorong membayangkan berbagai kemungkinan. Aktivitas itu melatih kemampuan berpikir divergen, yaitu keterampilan menghasilkan banyak solusi atau ide ketika menghadapi suatu persoalan.

img_title Fakta-Fakta Film Istimewa, Angkat Perjuangan Anak Disabilitas

Tak hanya itu, film juga dapat membantu perkembangan kemampuan sosial dan emosional anak. Saat mengikuti perjalanan tokoh dalam sebuah cerita, anak belajar mengenali emosi, memahami sudut pandang orang lain, hingga melihat bagaimana sebuah masalah dapat diselesaikan dengan berbagai cara.

Sejumlah penelitian lain juga menunjukkan bahwa cerita visual mampu memperkaya kemampuan berbahasa dan memperluas kosakata anak. Ketika didampingi orang tua, kegiatan menonton bahkan dapat menjadi sarana berdiskusi yang membantu anak mengembangkan kemampuan berpikir kritis sekaligus meningkatkan kedekatan emosional dalam keluarga.

img_title Bukan Film Aksi Biasa, Ini 5 Fakta Leave No One Behind yang Bikin Penasaran

Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa manfaat tersebut hanya dapat diperoleh jika anak menonton tayangan yang sesuai usianya. Durasi penggunaan layar juga perlu dibatasi agar anak tetap memiliki waktu untuk bermain aktif, berinteraksi dengan lingkungan, serta beristirahat dengan cukup.

Karena itu, orang tua disarankan memilih film yang mengandung pesan positif, seperti persahabatan, keberanian, kerja sama, atau kemampuan menghadapi perubahan. Cerita dengan unsur imajinatif juga bisa menjadi pilihan karena memberi ruang bagi anak untuk mengeksplorasi ide dan kreativitas tanpa harus lepas dari pendampingan orang dewasa.

Sejalan dengan temuan tersebut, Cinépolis Cinemas bersama Visinema Studios memperingati Hari Anak Nasional dengan menggelar program nonton gratis film Na Willa bagi 14.063 anak di 58 bioskop yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Film tersebut mengangkat kisah seorang anak berusia enam tahun yang belajar menghadapi perubahan tanpa kehilangan rasa ingin tahu dan imajinasinya, sehingga sejalan dengan pentingnya menumbuhkan kreativitas melalui cerita sejak usia dini.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut