Nataru Dibayangi Cuaca Ekstrem, Menhub Dudy Minta Jajarannya Siaga 24 Jam

Menhub Dudy Purwagandhi.
Sumber :
  • Antara.

Jakarta, VoxPop – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengintruksikan bahwa seluruh jajaran perhubungan siaga 24 jam selama Natal dan Tahun Baru untuk menghadapi cuaca ekstrem. Hal itu guna memastikan keselamatan pelayaran dan perjalanan masyarakat secara optimal nasional.

img_title Menhub Dudy Ungkap Perpres Ojol Terbit Sebelum 17 Agustus, Ini Bocorannya

Menhub menegaskan pentingnya kesiapsiagaan penuh seluruh jajaran untuk mengawal kelancaran angkutan Natal dan Tahun Baru. Khususnya sektor laut demi keselamatan penumpang kelancaran pelayaran dan keandalan layanan nasional selama periode libur.

"Saya menegaskan seluruh jajaran Ditjen Perhubungan Laut dan seluruh unit pelaksana di lapangan siaga 24 jam, tanpa kompromi," kata Menhub dalam keterangan di Jakarta, Senin, 8 Desember 2025.

img_title Menhub Pede Rusia dan China Bakal Investasi di Proyek Trans-Kalimantan

Dia menjabarkan, memasuki masa Natal dan Tahun Baru 2026 potensi cuaca ekstrem di laut meningkat dengan gelombang tinggi angin kencang. Hal itu disertai hujan lebat berisiko mengganggu keselamatan pelayaran masyarakat saat pergerakan libur akhir tahun.

"Memasuki masa Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, potensi cuaca ekstrem di laut bisa terjadi. Gelombang tinggi, angin kencang, dan hujan dengan intensitas tinggi dapat mempengaruhi keselamatan pelayaran," ujarnya.

img_title Banjir Padang Mulai Surut, Warga Kembali ke Rumah dan Bersihkan Permukiman Pascagenangan

Lebih lanjut dia menyebutkan berdasarkan survei Potensi Pergerakan Orang pada masa Natal  dan Tahun Baru 2026. Sementara itu, sebanyak 2,62 juta orang diprediksi akan melakukan perjalanan menggunakan moda transportasi laut.

Untuk itu, Menhub menekankan komitmen dan semangat untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung selamat. "Keselamatan bukan hanya prioritas, keselamatan adalah harga mati, keselamatan yang terbaik adalah keselamatan yang bahkan tidak disadari karena tidak ada insiden yang terjadi," tutur Menhub.

Menhub mengingatkan insiden sebelumnya yakni tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali dan peristiwa Kebakaran KM Barcelona VA di perairan Talise, Sulawesi Utara beberapa waktu lalu.

Menurutnya insiden-insiden di laut yang membawa korban itu membawa pesan yang tegas, yakni pentingnya mengutamakan keselamatan.

Dia meminta seluruh jajaran Ditjen Perhubungan laut untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh, mengidentifikasi tantangan nyata di lapangan, dan merumuskan langkah inovatif yang berdampak bagi masyarakat luas.

Sejumlah instruksi lain juga disampaikan, diantaranya pemeriksaan kelaiklautan kapal (ramp check) yang harus diperketat dan menyeluruh, pengawasan kelebihan muatan harus diperkuat, kesiapsiagaan SAR dan keamanan pelayaran harus dioptimalkan serta koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan instansi terkait harus dilakukan real-time.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut