Baru Beroperasi, Kinerja Perusahaan Ini Langsung Tancap Gas

Ilustrasi memimpin perusahaan.
Sumber :
  • Unsplash

Jakarta, VoxPop – Data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) menyebutkan bahwa konsumsi domestik minyak sawit Indonesia sepanjang Januari-September 2025 tercatat sebanyak 18,5 juta ton, naik sekitar 5,13 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2024.

img_title Dua Segmen Bisnis Ini Jaga Kinerja Astra di Semester I-2026

Per akhir September 2024, menurut Gapki, konsumsi pasar domestik masih bertengger di angka 17,55 juta ton.

Konsumsi domestik minyak sawit terbesar sepanjang sembilan bulan 2025 datang dari sektor biodiesel, yakni sebesar 9,41 juta ton atau sekitar 51 persen dari total komsumsi domestik.

img_title HTSI Catat Pertumbuhan Penjualan hingga 130 Persen di Segmen Ini pada Semester I-2026

Lalu, diserap oleh sektor pangan sebanyak 7,37 juta ton (40 persen) dan sektor oleokimia sebesar 1,67 juta ton (9 persen).

Untuk ekspor minyak sawit, sepanjang Januari-September 2025 tercatat naik sekitar 13 persen disandingkan dengan periode yang sama 2024, yakni dari 21,94 juta ton menjadi 24,89 juta ton.

img_title Semester I-2026, Penjualan VKTR Naik 56 % Tembus Rp 647 Miliar

Dari sisi nilai, ekspor minyak sawit Indonesia meningkat 39,85 persen per akhir September 2025 dibandingkan dengan periode yang sama 2024.

Sepanjang Januari-September 2025, nilai ekspor minyak sawit mencapai US$27,31 miliar, sedangkan pada periode sama 2024 senilai US$19,53 miliar.

Mengacu pada Gapki, PT Sawit Mas Indonesia (Samasindo) optimistis mampu mencapai kapasitas produksi hingga 80 persen di sepanjang tahun ini.

Perusahaan produsen minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan minyak inti sawit (palm kernel oil/PKO) itu baru beroperasi secara komersial mulai awal September kemarin.

“Di tengah kondisi musim belakangan ini, kami optimistis realisasi target produksi tahun 2025 bisa mencapai berkisar 75-80 persen dari kapasitas terpasang,” jelas Cheny Canliarta, direktur PT Sawit Mas Indonesia, dalam keterangan resminya, Kamis, 18 Desember 2025.

Menurutnya, seluruh hasil produksi CPO Samasindo diserap oleh pasar domestik hal itu mengingat permintaan dari dalam negeri masih tinggi. “Pembeli kami mayoritas adalah produsen minyak goreng di dalam negeri,” tutur dia.

Dalam menjaga kinerja di tengah persaingan pasar domestik, Cheny mengaku tidak semata mengandalkan ketepatan waktu pengiriman kepada konsumen, tapi juga menjaga kualitas terbaik.

“Selain itu, kami juga responsif terhadap kebutuhan konsumen dengan cara menjaga komunikasi dua arah yang baik,” ujarnya.

Direksi BNI.

BNI Catat Laba Bersih Rp10,8 Triliun Semester I-2026, Kredit Tumbuh 24,4 Persen

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatatkan kinerja solid hingga semester I-2026, di tengah tantangan likuiditas industri perbankan dan geopolitik.

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut