Rupiah Melemah di Perdagangan Awal Tahun, Pengamat Soroti Tantangan Ekonomi RI 2026

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
Sumber :
  • VoxPop.co.id/M Ali Wafa

Jakarta, VoxPop – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.

img_title Purbaya Tegaskan Ekonomi Kuartal II-2026 Takkan Jauh dari 5,4 Persen, Ini Faktornya

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 16.720 per Rabu, 31 Desember 2025. Posisi rupiah itu menguat 62 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 16.782 pada perdagangan Senin, 29 Desember 2025.

Sementara perdagangan di pasar spot pada Jumat, 2 Januari 2026 hingga pukul 09.06 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 16.698 per dolar AS. Posisi itu melemah 11 poin atau 0,07 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.709 per dolar AS.

img_title Purbaya Pede Ekonomi Sepanjang 2026 Bakal Tumbuh hingga 6 Persen, Begini Strateginya

Ilustrasi uang Rupiah.

Photo :
  • pixabay.com/WonderfulBali

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, tak jauh-jauh dari 5 persen merupakan angka yang wajar untuk pertumbuan ekonomi nasional di tahun 2026, meskipun proyeksi tersebut menunjukkan stabilitas perekonomian domestik.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 18.008, Pasar Cermati Indikator Ekonomi dari Inflasi hingga Neraca Dagang

Oleh karena itu, pemerintah tidak hanya mengandalkan konsumsi rumah tangga sebagai mesin pertumbuhan nasional, namun investasi juga terus ditingkatkan. Hal itu agar bisa membuka lapangan kerja baru, sehingga bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Sedangkan, tantangan ekonomi ke depan masih cukup berat, mengingat perkembangan geopolitik global dan dinamika fragmentasi perdagangan internasional masih sulit diprediksi.

Sementara itu, pemulihan ekonomi domestik Indonesia masih belum maksimal, karena tekanan harga komoditas pangan dan energi serta daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.

Selain itu, Indonesia juga memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap impor, mulai dari barang modal hingga bahan pangan, sehingga devisa negara justru kembali mengalir ke luar negeri. Berbagai faktor tersebut membuat fundamental ekonomi Indonesia relatif lebih rentan dibandingkan negara-negara lainnya di kawasan Asia Tenggara, sehingga mengurangi daya saing Indonesia.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, pihaknya mendorong penguatan fundamental ekonomi domestik dengan tidak meletakkan seluruh beban pertumbuhan pada daya beli masyarakat semata.

Belanja pemerintah harus berperan lebih efektif dalam menghasilkan dampak berganda terhadap perekonomian rakyat, sedangkan sektor ekspor perlu dikembangkan untuk memproduksi lebih banyak komoditas bernilai tambah tinggi.

"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.680 - Rp 16.710," ujarnya.

Plt Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti.

Dampak Positif BI Rate Naik, Destry: Modal Asing US$9 Miliar Masuk RI di Kuartal II-2026

Destry memastikan, kebijakan bank sentral menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 100 basis poin (bps) pada Mei dan Juni 2026 telah membuahkan sejumlah hasil positif

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut