Gen Z Banting Setir ke Profesi Blue Collar, Tukang Ledeng hingga Teknisi Listrik Jadi Tren Karier 2026

Ilustrasi tukang atau teknisi listrik
Sumber :
  • Freepik

Jakarta, VoxPop – Dunia kerja terus berubah, dan perubahan itu semakin terlihat jelas menjelang 2026. Jika dulu pekerjaan blue collar kerap dipandang sebagai pilihan terakhir, kini persepsi tersebut perlahan runtuh. 

img_title 10 Keunggulan Aplikasi AI dalam Dunia Kerja, Dari Menyusun Strategi hingga Membantu Pengambilan Keputusan Lebih Cepat

Berbagai sektor industri justru menunjukkan bahwa pekerjaan berbasis keterampilan teknis dan praktik lapangan menjadi tulang punggung ekonomi modern, terutama di tengah transformasi energi, pembangunan infrastruktur, dan perubahan demografi tenaga kerja.

Gelombang pensiun pekerja senior, investasi besar-besaran di sektor energi dan transportasi, serta kebutuhan akan pekerjaan yang sulit digantikan mesin membuat profesi blue collar kembali naik kelas. 

img_title Analisis Mendalam Aplikasi AI 2026, Teknologi yang Sedang Mengubah Cara Dunia Bekerja Lebih Cepat dari Perkiraan

Generasi muda, termasuk Gen Z dan para profesional yang banting setir dari pekerjaan kantoran, mulai melirik jalur karier ini karena menawarkan stabilitas, hasil kerja yang nyata, serta jalur kenaikan karier yang jelas. Tak sedikit pula yang tertarik karena potensi penghasilan besar, bahkan bisa menyaingi profesi white collar tanpa harus menempuh pendidikan empat tahun di universitas.

Melansir dari Quartz pada Jumat, 2 Januari 2026, berikut enam pekerjaan blue collar yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan dan daya tarik penghasilan paling kuat di tahun ini.

img_title Bukan Malas, Ini 11 Alasan Mengapa Gen Milenial Semakin Sulit Bertahan Seharian Penuh di Tempat Kerja

1. Teknisi Lift dan Eskalator

Teknisi lift dan eskalator menjadi salah satu pekerjaan blue collar dengan bayaran tertinggi. Menurut Forbes, profesi ini memiliki gaji median di atas US$100.000 atau setara Rp1,67 miliar per tahun, meski hanya mensyaratkan ijazah sekolah menengah atas.

Permintaan terhadap teknisi ini terus meningkat seiring kota-kota besar yang semakin berkembang secara vertikal dengan gedung bertingkat dan pusat transportasi modern.

2. Teknisi Turbin Angin

Peralihan global ke energi bersih membuka peluang besar bagi teknisi turbin angin. MooseLog memproyeksikan pekerjaan ini tumbuh sekitar 50 persen antara 2024 hingga 2034. Investasi energi terbarukan yang terus meningkat membuat profesi ini dipandang sebagai pilihan karier jangka panjang yang relevan, sekaligus berkontribusi langsung pada transisi energi berkelanjutan.

3. Pemasang dan Perbaikan Jaringan Listrik

Pekerja instalasi dan perawatan jaringan listrik termasuk dalam jajaran blue collar dengan pendapatan tertinggi. Forbes mencatat bahwa modernisasi jaringan listrik dan percepatan elektrifikasi mendorong permintaan besar terhadap profesi ini. Selain itu, pekerjaannya bersifat esensial dan relatif tahan terhadap otomatisasi, menjadikannya salah satu profesi paling aman di tengah disrupsi teknologi.

4. Teknisi Listrik yang Merambah Sistem EV dan Panel Surya

Peran teknisi listrik semakin luas. MooseLog menyoroti meningkatnya kebutuhan akan tenaga ahli listrik untuk infrastruktur pengisian kendaraan listrik (EV) dan instalasi panel surya. Evolusi sistem energi membuat profesi ini sangat fleksibel dan adaptif, sekaligus membuka peluang spesialisasi baru dengan nilai ekonomi tinggi menjelang 2026.

5. Teknisi Pesawat dan Avionik

Seiring pulihnya industri penerbangan global, permintaan terhadap teknisi pesawat dan avionik juga meningkat. Fortune mencatat bahwa kebutuhan tenaga ahli di bidang ini tumbuh sejalan dengan pemulihan perjalanan udara dan pengembangan infrastruktur penerbangan. 

Sifat pekerjaannya yang sangat teknis dan spesifik membuat profesi ini relatif tahan terhadap gejolak ekonomi, sekaligus menawarkan jalur karier yang jelas bagi pekerja dengan minat teknis tinggi.

6. Tukang Ledeng, Pipefitter, dan Steamfitter

Pekerjaan tukang ledeng, pipefitter, dan steamfitter tetap menjadi profesi esensial. MooseLog menyebutkan bahwa pembangunan baru dan renovasi gedung lama terus mendorong permintaan terhadap tenaga kerja di bidang ini. 

Stabilitas, kemandirian kerja, serta relevansi jangka panjang menjadikan profesi ini salah satu pilihan blue collar paling konsisten dan berkelanjutan hingga 2026.

Melihat perubahan lanskap ekonomi global, pekerjaan blue collar tak lagi identik dengan upah rendah atau masa depan suram. Justru sebaliknya, profesi berbasis keterampilan teknis kini menawarkan kombinasi langka antara gaji tinggi, keamanan kerja, dan ketahanan terhadap otomatisasi. Bagi mereka yang mencari karier praktis dengan prospek cerah di 2026, jalur ini layak dipertimbangkan.

Rumah cluster terjangkau dan subsidi yang ditawarkan Perumnas.

Milenial dan Gen Z Banyak yang Ambil Rumah Subsidi, BP Tapera Ungkap Alasannya

Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mengungkapkan pertumbuhan keluarga muda menjadi pendorong utama permintaan rumah subsidi meningkat pada saat ini.

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut