Harapan Baru untuk Job Seeker! Begini 3 Cara Dapat Kerja di 2026
- VoxPop.co.id/M Ali Wafa
Jakarta, VoxPop – Mencari pekerjaan di 2026 bukan lagi soal seberapa rajin mengirim lamaran. Sebab, pasar kerja global kini dipenuhi pelamar dengan jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Hal ini membuat peluang setiap kandidat semakin tipis. Bagi banyak pencari kerja, resolusi tahun baru untuk mendapatkan pekerjaan justru terasa semakin berat untuk diwujudkan.
Kondisi ini memaksa pencari kerja mengubah cara pandang. Saran klasik seperti “perbanyak kirim CV” atau “coba semua lowongan yang ada” tidak lagi relevan sepenuhnya.
Di tengah pasar kerja yang penuh sesak, strategi justru menjadi penentu utama. Apalagi, peluang untuk mendapatkan pekerjaan kantoran yangrata-rata sangat kecil.
Business Insider melaporkan bahwa ketika seseorang melamar pekerjaan white-collar, peluang untuk benar-benar diterima hanya sekitar 0,4 persen. Artinya, dari 1.000 lamaran, hanya sekitar empat orang yang berhasil mendapatkan pekerjaan.
Dalam kondisi pasar yang ekstrem seperti ini, bahkan pendekatan terbaik pun tidak menjamin hasil. Lantas, strategi apa yang harus dilakukan job seeker untuk mendapatkan pekerjaan? Berikut langkah-langkahnya, sebagaimana dirangkum dari Business Insider, Senin, 5 Januari 2026.
Ilustrasi melamar kerja.
- freepik.com/yanalya
1. Networking
Strategi paling dasar yang disarankan adalah memulai pencarian kerja dengan pendekatan presisi. Pendekatan ini menuntut pencari kerja untuk fokus pada peran dan perusahaan yang benar-benar sesuai dengan pengalaman dan keahlian.
Kunci dari strategi ini adalah networking, hal yang sering kali paling dihindari. Pencari kerja disarankan untuk memberi tahu semua orang bahwa mereka sedang mencari pekerjaan, mulai dari mantan rekan kerja, jaringan alumni, hingga teman dari teman.
Tujuannya bukan hanya mencari informasi lowongan, tetapi juga mendapatkan gambaran budaya kerja dan peluang internal.
Jika jaringan pribadi sudah habis, langkah berikutnya adalah menghubungi orang-orang yang belum dikenal, misalnya profesional yang sudah bekerja di posisi yang diincar. Meski terasa canggung dan sering diabaikan, upaya ini tetap dinilai layak dicoba, terutama jika tidak memiliki koneksi internal.
Meski begitu, strategi ini menuntut seleksi ketat. Ini bukan waktu yang tepat untuk pindah industri, apalagi mengejar promosi besar. Pencari kerja disarankan hanya melamar posisi yang hampir seluruh kualifikasinya bisa dipenuhi.
