Cari Kerja Makin Sulit! Pria Lulusan S3 Ini Kirim Ratusan Lamaran tapi Tetap Tak Ada Panggilan Interview
- VoxPop.co.id/M Ali Wafa
Sektor yang selama bertahun-tahun dianggap sebagai jalur karier paling aman bagi pekerja berpendidikan tinggi kini tertekan oleh kombinasi pendanaan modal ventura yang mengetat, suku bunga tinggi, serta ketidakpastian dukungan riset dari pemerintah.
Data federal menunjukkan bahwa Massachusetts mengalami penurunan jumlah pekerjaan riset dan pengembangan bioteknologi pada 2024 setelah bertahun-tahun bertumbuh, termasuk selama masa pandemi. Tren pemangkasan tersebut berlanjut hingga setidaknya pertengahan 2025, sementara perekrutan baru berjalan lambat.
Dampaknya terlihat jelas di Boston. Pada akhir September, hampir 28 persen ruang laboratorium di kawasan Boston Raya tercatat kosong. Di Kendall Square, pusat industri ilmu hayati yang berdekatan dengan Massachusetts Institute of Technology, tingkat kekosongan melonjak dari hampir nol pada 2021 menjadi dua digit.
Tekanan paling berat dirasakan oleh perusahaan rintisan. Berdasarkan MassBio’s 2025 Industry Snapshot, investasi modal ventura untuk bioteknologi di Massachusetts turun ke level terendah untuk paruh pertama tahun sejak 2017.
Nilai pendanaan tahap awal kini rata-rata hanya sekitar sepertiga dari besaran tiga tahun lalu, sehingga peluang kerja bagi lulusan PhD baru semakin menyempit. Efeknya merembet ke sektor lain.
Restoran dan usaha kecil yang sebelumnya ramai oleh peneliti dan pekerja kantor kini mengeluhkan turunnya jumlah pengunjung seiring meningkatnya PHK dan tertundanya ekspansi perusahaan. Beberapa pengembang bahkan menunda proyek pembangunan laboratorium, sementara perusahaan bioteknologi kecil memilih merampingkan tim demi memperpanjang usia pendanaan.
Bagi para ilmuwan muda, situasi ini terasa membingungkan. Banyak lulusan dengan kredensial elite terpaksa mengirim ratusan lamaran, menerima pekerjaan jangka pendek yang tidak relevan, atau meninggalkan Boston sepenuhnya.
Sebagian lainnya bahkan memilih meninggalkan bidang ilmu hayati setelah menempuh pendidikan selama lebih dari satu dekade. Pejabat negara bagian pun memperingatkan risiko terjadinya arus keluar talenta.
Selama ini, mahalnya biaya hidup di Boston dianggap sepadan dengan gaji tinggi dan stabilitas karier di sektor bioteknologi. Tanpa jaminan tersebut, negara bagian lain maupun pasar luar negeri kini menjadi pilihan yang semakin menarik bagi para pencari kerja.
