Krisis Ekonomi di Balik Gelombang Protes Iran, Daya Beli Runtuh hingga Angka Pengangguran Tinggi!
Kamis, 15 Januari 2026 - 16:00 WIB
Sumber :
- Iran Int
Anggota Komite Industri dan Pertambangan Parlemen Iran, Akbar Ranjbarzadeh, bahkan mengungkap dugaan bahwa ada perusahaan kepercayaan dan rumah penukaran valuta asing yang telah gagal mengembalikan US$7 miliar ke negara dari penjualan minyak. Nilai tersebut setara sekitar Rp116,9 triliun.
Baca Juga
Lebih lanjut, menurut kantor berita ILNA, lonjakan harga perumahan dan merosotnya daya beli memunculkan fenomena “tidur di atap,” di mana warga terpaksa menyewa bagian atap rumah. Media Tabnak melaporkan peningkatan signifikan konsumsi roti bersubsidi.
Seiringan dengan itu, platform belanja daring di Iran kini menawarkan produk dasar seperti minyak goreng dengan sistem cicilan. Sementara di sisi lain, banyak keluarga memangkas drastis konsumsi protein.
Baca Juga
Iran Ancam Gelapkan Negara Teluk jika AS Serang, Pembangkit Listrik Jadi Target
Iran mengancam akan menyerang pembangkit listrik negara Teluk jika Amerika Serikat menyerang Iran. Ancaman ditujukan khususnya ke negara yang memiliki markas AS.
VoxPop.co.id
8 Agustus 2026
