Jejak Sejarah Skema Ponzi, Modus Penipuan Abad ke-19 yang Masih Makan Korban di Era Modern

Charles Ponzi
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VoxPop – Skema ponzi sering dianggap sebagai bentuk penipuan investasi modern yang lahir pada abad ke-20. Nama Charles Ponzi bahkan kerap digunakan sebagai simbol klasik dari kejahatan keuangan ini. 

img_title Purbaya Pede Ekonomi Sepanjang 2026 Bakal Tumbuh hingga 6 Persen, Begini Strateginya

Namun, di balik popularitas istilah tersebut, sejarah skema ponzi sebenarnya jauh lebih panjang dan kompleks, serta melibatkan berbagai tokoh sebelum dan sesudah Ponzi sendiri.

Pemahaman mengenai sejarah skema ponzi menjadi penting, terutama di era digital, ketika tawaran investasi dengan imbal hasil tinggi semakin mudah ditemukan. Dengan menelusuri akar sejarahnya, Anda dapat melihat pola yang berulang, janji keuntungan fantastis, minim transparansi, dan peran emosi manusia seperti keserakahan dan rasa takut ketinggalan peluang.

img_title IHSG Dibuka Menghijau Siap Uji Resistance, Wall Street dan Bursa Asia Kompak Menguat

Sejarah Skema Ponzi dan Sosok Charles Ponzi

img_title Masih Ingat Game Snake? Permainan Sederhana yang Diam-diam Mengubah Sejarah Industri Mobile Gaming

Dalam satu abad sejak penangkapannya pada 12 Agustus 1920, nama Charles Ponzi terus dikaitkan dengan jenis penipuan investasi yang akhirnya membuatnya dipenjara. Pada dasarnya, skema ponzi adalah investasi palsu, di mana investor awal dibayar menggunakan dana dari investor berikutnya, sehingga terlihat seolah-olah bisnis tersebut menghasilkan keuntungan nyata. 

Meski demikian, Charles Ponzi bukanlah pelaku pertama, dan jelas bukan yang terakhir. 

Penipuan yang dilakukan Ponzi tampak rumit di permukaan. Ia mengklaim mampu memanfaatkan fluktuasi nilai tukar mata uang dengan membeli kupon balasan pos internasional. 

Kupon tersebut seharusnya memudahkan penerima surat di negara lain untuk membalas tanpa biaya tambahan. Ponzi mengatakan ia bisa membeli kupon tersebut di luar negeri dengan harga diskon dan menjualnya di Amerika Serikat sesuai nilai nominal, sehingga memperoleh keuntungan besar. 

Seperti penipu investasi lain setelahnya, termasuk Bernie Madoff, Ponzi menolak menjelaskan detail strateginya dengan alasan tidak ingin ditiru pesaing. Ponzi menjanjikan keuntungan 50 persen dalam 45 hari dan 100 persen dalam 90 hari. 

Investor awal memang menerima pembayaran sesuai janji, sehingga reputasinya cepat menyebar. Namun, secara matematis skema ini tidak mungkin bertahan. Di balik layar, Ponzi hanya membayar investor lama dengan uang investor baru. Investigasi media oleh Boston Post akhirnya membuka kedok penipuan ini dan berujung pada penyelidikan federal serta dakwaan penipuan surat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut