Jadi Satu-satunya Mata Uang Melemah Terhadap USD di ASEAN, PDIP Singgung Janji Purbaya Kuatkan Rupiah dalam Semalam

Ilustrasi rupiah dan dolar AS.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Jakarta, VoxPop – Anggota Komisi XI Fraksi PDIP, Harris Turino mengomentari kondisi melemahnya rupiah yang saat ini terjadi walaupun terdapat penguatan di pasar saham Indonesia.

img_title Reaksi Warga ASEAN Usai Timnas Indonesia Bungkam Timor Leste 3-0, Skuad Garuda Disebut seperti Ini

"Jadi banyak orang mengatakan ini adalah satu anomali, tapi menurut saya ini bukan anomali. Ini hal yang biasa karena yang mempengaruhi pergerakan rupiah bukan hanya harga saham ya, tapi banyak faktor-faktor yang lain yang mempengaruhi pergerakan rupiah," kata Harris dalam ketarangan pada wartawan, Senin 26 Januari 2026.

Menurutnya, yang perlu untuk jadi pertimbangan adalah bagaimana rupiah saat ini menjadi satu-satunya mata uang yang melemah terhadap US dolar di kawasan ASEAN.

img_title DPR Tegaskan Kenaikan Tukin TNI hingga 90 Persen Tak Ganggu Efisiensi Anggaran, Ini Alasannya

Ia mempertanyakan bagaimana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pernah mengatakan bahwa ia bisa menguatkan kurs rupiah terhadap dolar AS hanya dalam satu malam

"Memang yang menarik adalah rupiah adalah satu-satunya mata uang di Asia Tenggara yang melemah terhadap US dolar. Ketika mata uang kawasan ASEAN ini mengalami penguatan terhadap US dolar. Ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi," ucapnya.

img_title MK Minta Anggaran MBG Dipisah dari Pendidikan, Menkeu Purbaya Bilang Begini

"Lebih menarik lagi adalah apa yang dikatakan oleh Pak Purbaya ya. Masalah pelemahan rupiah akan mudah diselesaikan dalam waktu semalam katanya. Walaupun saya gak tahu menyelesaikannya seperti apa," ujarnya.

Sebagai Anggota Komisi XI, ia meyakini bahwa pemerintah akan menjaga mati-matian kondisi nilai tukar rupiah agar tidak melewati angka Rp 17.000 sebagai angka psikologis.

"Karena 1 BI pasti akan menjaga mati-matian di sini ya. Angka 17.000 adalah angka psikologis. SBI punya cukup banyak instrumen yaitu instrumen katakan NDF (non delivery forward), DNDF (domestic non delivery forward) maupun di pasar spot," ungkapnya

"Pasti otoritas moneter akan bekerja maksimal untuk mempertahankan di sini. Walaupun tentu saja ketika otoritas moneter terlalu kuat, terlalu keras menjagai rupiah, maka para eksportir yang punya dolar juga akan ada kecenderungan untuk tidak menjual dolarnya. Ya, akibatnya kita tahu bahwa suplai dolarnya akan terbatas. Tapi BI saya rasa mampu untuk mengatasi masalah ini dengan baik," lanjutnya.

Ia pun menyoroti kerja sama antar anggota KSSK harus kompak agar nilai tukar rupiah bisa kembali menguat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut