UPS Targetkan Penghematan Rp50 Triliun, 30.000 Posisi Operasional Dipangkas

Ilustrasi industri logistik
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Ikhwan Yanuar

Jakarta, VoxPop – Gelombang efisiensi kembali menerpa industri logistik global. United Parcel Service (UPS) mengumumkan rencana pemangkasan tenaga kerja dalam jumlah besar sebagai bagian dari strategi perombakan bisnis jangka panjang. 

img_title 5 Bisnis Ini Ramai Dicari Menjelang Agustus, Cocok Dimulai Sekarang untuk Tambah Cuan!

Langkah ini terjadi bersamaan dengan proses pengurangan kerja sama perusahaan dengan Amazon, yang sebelumnya merupakan pelanggan terbesar UPS.

Pada Selasa, 27 Januari 2026, UPS mengumumkan rencana menghapus tambahan 30.000 pekerjaan tahun ini sebagai bagian dari penghentian kemitraan dengan Amazon serta program pemulihan bisnis multi-tahun. 

img_title Kemenperin Ungkap Penyebab Ancaman PHK 1.500 Pekerja Garmen di Jateng, Bukan karena Serbuan Impor

Direktur Keuangan (CFO) Brian Dykes menjelaskan bahwa UPS juga akan mengurangi total jam operasional sekitar 25 juta jam yang terkait dengan penurunan volume dari Amazon.

“Dalam hal biaya variabel, kami memperkirakan akan mengurangi posisi operasional hingga 30.000,” kata Dykes, sebagaimana dikutip dari CNBC, Rabu, 28 Januari 2026.

img_title 3 HP Murah untuk Pemasaran Digital 2026, Pilihan Terbaik agar Bisnis Tetap Produktif Tanpa Boros Anggaran

“Hal ini akan dilakukan melalui pengurangan alami tenaga kerja, dan kami berharap menawarkan program pemisahan sukarela kedua bagi pengemudi penuh waktu,” tambahnya. 

UPS juga menyebut telah mengidentifikasi 24 gedung yang akan ditutup pada paruh pertama 2026, dengan kemungkinan penutupan tambahan di paruh kedua tahun ini. Tahun lalu, perusahaan menutup 93 gedung, sebagaimana kembali ditegaskan dalam pengumuman terbaru.

Selain itu, UPS berencana lebih lanjut menerapkan otomatisasi di seluruh jaringannya. Peningkatan teknologi ini diharapkan menjadi bagian penting dalam strategi efisiensi perusahaan.

Pemangkasan terbaru ini mengikuti pengurangan 48.000 pekerjaan yang dilakukan UPS tahun lalu, terdiri dari 34.000 posisi operasional dan 14.000 posisi manajemen. Sebelumnya, perusahaan memperkirakan total pengurangan tersebut hanya sekitar 20.000.

UPS sendiri saat ini berada di tengah program pemulihan bisnis di bawah kepemimpinan CEO Carol Tomé yang bertujuan menghidupkan kembali pertumbuhan perusahaan. Meski Amazon sebelumnya adalah pelanggan terbesar UPS, kedua perusahaan kini secara bertahap mengurangi operasi bersama. 

UPS menyebut bahwa mereka memperkirakan total penghematan sebesar US$3 miliar atau setara Rp50,1 triliun dari proses penghentian kerja sama dengan Amazon.

Di sisi lain, laporan kinerja kuartal keempat yang juga dirilis Selasa, UPS melampaui estimasi Wall Street dan menyebut kemajuan yang menggembirakan dalam upaya pemulihan bisnisnya. Seiringan dengan itu, saham perusahaan pun sempat naik sekitar 4 persen.

Ilustrasi Laptop

7 Laptop Premium untuk Konten Kreator dan Pebisnis: Kombinasi Performa, Layar, dan Efisiensi yang Sulit Ditandingi

Cari laptop premium terbaik 2026? Simak 7 pilihan untuk kreator konten dan pebisnis dengan performa tinggi, layar berkualitas, baterai awet, serta fitur AI modern.

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut