Kemenperin Ungkap Penyebab Ancaman PHK 1.500 Pekerja Garmen di Jateng, Bukan karena Serbuan Impor

Ilustrasi buruh garmen
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Jakarta, VoxPop – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akhirnya angkat bicara mengenai ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 1.500 pekerja di dua perusahaan garmen yang beroperasi di Jawa Tengah. Pemerintah menegaskan kondisi tersebut bukan dipicu oleh membanjirnya produk impor, melainkan akibat turunnya pesanan ekspor dari pelanggan bisnis.

img_title Angka PHK Meningkat, OJK Pastikan Belum Ada Dampak Sistemik ke Industri Dana Pensiun

Dua perusahaan yang terdampak adalah PT Victory Apparel di Kota Semarang dan PT Samwon di Kabupaten Jepara. PT Victory Apparel berpotensi melakukan PHK karena mengalami penurunan kondisi keuangan, sedangkan PT Samwon memutuskan menutup unit usahanya di Jepara.

Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian, Rizky Aditya Wijaya, mengatakan hasil peninjauan langsung ke lapangan menunjukkan penyebab utama melemahnya kondisi kedua perusahaan adalah berkurangnya permintaan dari pasar ekspor.

img_title Terkena PHK? Ini 21 Ide Bisnis yang Bisa Jadi Sumber Penghasilan Baru, Bisa Dimulai dengan Modal Minim

"Kedua perusahaan tersebut adalah perusahaan yang berada di kawasan berikat yang produksinya itu diperuntukkan bagi pasar ekspor. Setelah kami melakukan kunjungan lapangan langsung, kami konfirmasi bahwa masalah yang terjadi adalah pesanan B2B ke perusahaan tersebut yang cenderung menurun," ujar Rizky dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis, 30 Juli 2026.

Seluruh Produksi Ditujukan untuk Pasar Ekspor

img_title Dasco Kawal Kesepakatan Tripartit, Pastikan Tak Ada PHK di Streamlining Telkom

Rizky menjelaskan PT Victory Apparel maupun PT Samwon merupakan perusahaan yang beroperasi di kawasan berikat. Seluruh hasil produksinya ditujukan untuk memenuhi permintaan pasar internasional.

Karena bergantung pada pesanan ekspor, penurunan permintaan dari pembeli luar negeri berdampak langsung terhadap aktivitas produksi perusahaan. Kondisi tersebut kemudian memaksa perusahaan melakukan penyesuaian operasional, termasuk pengurangan jumlah tenaga kerja.

Menurutnya, hasil verifikasi di lapangan menunjukkan persoalan yang dihadapi perusahaan murni berasal dari menurunnya pesanan dari pelanggan bisnis atau business to business (B2B).

Kemenperin Bantah PHK Dipicu Serbuan Produk Impor

Kementerian Perindustrian juga menepis anggapan bahwa ancaman PHK tersebut berkaitan dengan membanjirnya produk impor ke pasar domestik.

Rizky menegaskan keputusan yang diambil perusahaan sepenuhnya dipengaruhi kondisi internal bisnis, terutama melemahnya permintaan dari pasar ekspor.

Dengan demikian, pemerintah memastikan kasus yang dialami kedua perusahaan tidak berkaitan dengan meningkatnya produk impor yang masuk ke Indonesia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut