Wamenpar Beberkan Potensi RI Jadi Pusat Industri Halal dan Pariwisata Ramah Muslim

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa
Sumber :
  • ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

Jakarta, VoxPop – Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa menegaskan, alih-alih hanya menjadi target pasar bagi produk-produk halal dari negara lain, Indonesia seharusnya bisa menjadi pusat industri halal dan pariwisata muslim dunia.

img_title Korban Meninggal Dunia Kebakaran KM. Mutiara Sentosa II Bertambah Jadi 5 Orang

Dia mengatakan, potensi yang dimiliki Indonesia untuk menjadi produsen dan penggerak utama industri pariwisata ramah muslim secara global juga sangat besar, mengingat bahwa jumlah penduduk muslim di Tanah Air mencapai lebih dari 86 persen.

"Jadi seharusnya jangan kita yang jadi target produk-produk halal dari negara-negara lain yang mau jualan ke Indonesia," kata Ni Luh di acara Kadin Sharia Economic Outlook 2026, di Menara Kadin, Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.

img_title Fasilitasi 50 UMKM Sertifikasi Halal, Pertamina Dorong Perluasan Peluang Pasar

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Enik Ermawati alias Ni Luh Puspa

Photo :
  • Istimewa

Karenanya, Dia menekankan pentingnya bagi Indonesia untuk memproduksi produk halal dan mengembangkan layanan pariwisata ramah muslim bagi pasar global, khususnya bagi wisatawan muslim dari luar negeri.

img_title Orang AS Ketagihan Tempe, Produk Pangan RI Laris hingga Rp 150 Miliar di New York

Hal itu bisa dilakukan sambil tetap memperkuat pasar dan ekonomi domestik. Sehingga menurutnya, langkah ini perlu dipikirkan oleh seluruh pihak sehingga potensi tersebut bisa segera dimaksimalkan.

"Kita harusnya produksi untuk menarget pasar yang ada di luar Indonesia. Kalaupun kita menarget pasar kita sendiri, itu harusnya adalah bagaimana memperkuat pasar di dalam negeri atau ekonomi di dalam negeri kita," ujar Ni Luh.

Dia mencontohkan seperti misalnya Bali yang mayoritas penduduknya beragama Hindu, namun tetap menyediakan fasilitas ibadah bagi wisatawan Muslim. Antara lain mulai dari masjid yang mudah dijumpai hingga mushala yang tersedia di hotel-hotel.

Tak hanya itu, lanjut Ni Luh, hal itu juga harus dilihat dari potensi besar yang dimiliki pasar muslim global. Dimana pada tahun 2025, populasi muslim dunia mencapai 2,19 miliar jiwa atau sekitar 26 persen dari populasi global. Jumlah itu bahkan diproyeksikan meningkat menjadi 2,5 miliar jiwa pada 2035.

Terlebih, tercatat bahwa sekitar 70 persen populasi muslim dunia berusia di bawah 40 tahun, yang menunjukkan besarnya peluang pasar, tenaga kerja, dan penggerak ekonomi masa depan.

"Secara geografis, lebih dari 2 per 3 populasi muslim itu berada di Asia, dan ini harusnya tidak terkena Trump Impact. Kemudian yang dari umat muslim di Asia juga kita tarik ke Indonesia, itu akan banyak yang bisa kita dapat sehingga kemudian membuat kawasan Asia ini sangat strategis," ujarnya.

Eks timnas Jerman Robert Bauer lagi umroh

Kisah Perjalanan Spiritual Robert Bauer: Eks Timnas Jerman yang Putuskan Mualaf Usai Bertemu Sang Istri

Robert Bauer, bek kiri timnas Jerman ceritakan kisah perjalanan spiritual dirinya yang menemukan Islam sebagai agama yang kini diyakininya bersama sang istri.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut